SUMUT

NASIONAL

Polsek Simpang Empat Periksa Secara Intensif Paras Saksi dan Terduga Pelaku Penikaman Ivan Waruwu

Kamis, 28 Februari 2019 | 19.23 WIB
Kali Dibaca |

Ivan Wamuru Tewas Bersimbah Darah Dengan Luka Robek Diperut dan dada.

Karo-metrokampung.com

“Benar kita telah mengamankan seorang pria berinisial RD (35) yang diduga sebagai pelaku penikaman terhadap Ivan Waruwu (23) sehingga korban meninggal dunia,” terang Kapolsek Simpang Empat, Iptu Dedy S Ginting.SH saat dikonfirmasi diruangannya , Kamis (28) sekitar pukul 17.30 wib.

Dedy juga menyebutkan hingga saat ini pihaknya masih terus mendalami kasus yang mengakibatkan hilangnya nyawa anak manusia tersebut dengan meminta dan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak khususnya terhadap delapan orang saksi yang berada dilokasi kejadian.

“Hasil pemeriksaan dan pengakuan sementara dari RD bahwa dirinya tidak melakukan penikaman terhadap korban namun mengakui kalau dirinya memang  benar berkelahi secara tangan kosong,”ujar Kapolsek menirukan pernyataan RD terduga pelaku.

Sementara hasil keterangan yang berhasil dikumpulkan pihaknya dari para saksi , Dedy belum bersedia memberikan hasilnya dan meminta awak media untuk bersabar menunggu. ” Sabar ya bang,”pintanya.
   
Sekedar meningatkan kejadian yang mengakibatkan meninggalnya korban hanya gara-gara tak menyahut saat ditegur, nyawa Ivan Waruwu (23) melayang dengan luka dibagian perut robek, bahkan ususnya terburai setelah ditikam RD (35).

Tragedi berdarah yang merenggut nyawa itu terjadi, Selasa (26/2) kemarin sekira jam 23.00 wib di warung k0pi milik Teger di Jalan Jahe Karo-Langkat.

Ceritanya sekira jam 20.00 wib, RG datang ke warung kopi milik Teger yang tak jauh dari rumahnya. Tak lama kemudian, giliran Ivan yang datang. Di dalam warung, RG coba menegur Ivan, tapi tak dijawab. Pun begitu, RG kembali menegurnya, tapi tetap saja tak dijawab oleh Ivan. Disinilah keributan itu bermula. RG yang kesal karena dicueki naik darah dan memukul wajah Ivan.

Melihat RG dan Ivan berkelahi, Anderson dan pengunjung lain langsung melerai. Tapi, Ivan yang tak senang menyerang dan membalas pukulan RG sehingga keduanya terlibat perkelahian yang sengit. Tapi tak lama kemudian, Ivan mendadak roboh dengan perut dan hidung berdarah, bahkan usus Ivan terburai keluar.

Warga yang melihat itu sontak panik. Saat coba ditolong, ternyata Ivan sudah tak bernyawa lagi sedangkan RG langsung melarikan diri. Polisi yang dihubungi warga tiba di lokasi. Usai lakukan olah TKP, polisi kemudian mengevakuasi mayat Ivan ke rumah sakit untuk diotopsi.

Ternyata, usai berkelahi dengan Ivan, RG datang menemui keluarganya dan menceritakan apa yang telah terjadi. Oleh keluarganya, RG pun diserahkan ke Polsek Simpang Empat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.(amr/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru