SUMUT

NASIONAL

Pasca Bencana Banjir Bandang, Bupati Karo Minta Bonus PGE Untuk Perbaikan Infrastruktur Desa Semangat

Jumat, 10 Mei 2019 | 18.27 WIB
Kali Dibaca |

Bupati Karo, Terkelin Brahmana saat bertemu dengan pimpinan PT.Pertamina Geothermal Energi Sibayak.

KARO – METROKAMPUNG.COM
Pasca banjir bandang sebulan lalu  yang menerjang AREA LINGKUNGAN sekitar PT Pertamina geothermal Energy (PGE) area Sibayak di desa Semangat gunung Kecamatan Merdeka berbuntut. Pasalnya  Pemda Karo mengajukan permintaan bonus produksi kepada pimpinan PT Pertamina Geothermal Energi sibayak, sejak beroperasi tahun 2015 sebagai usaha komersil.

Bupati Karo Terkelin Brahmana, membenarkan pihaknya ada mengajukan permintaan bonus produksi,ke pihak PGE (pertamina geothermal energi) dengan maksut bonus ini akan kita gunakan perbaikan  pembangunan infrastruktur, di desa semangat Gunung, sehabis bencana alam bulan april 2019 lalu," sebutnya.

Sebelumnya, sudah kita instruksikan kepala Bappeda Karo untuk mengajukan surat permintaan , sebab sejak tahun 2015 setahu saya PGE beroperasi, wajar lah! kita minta bonus untungnya demi kepentingan  masyarakat.


Sebab, kita sudah kordinasi dengan manager PGE yang berkedudukan di desa Semangat gunung Ryan Dwi Gustriandha, beliau tidak keberatan yang penting ada surat kita, makanya kita buatkan agar diteruskan ke PGE pusat permintaan pemda Karo tersebut," jelasnya.

Ternyata, hasil surat kita direspon dan Ditindaklanjuti oleh kantor pusat PGE yang berkedudukan di  Jl. MH. Thamrin No. 9 Menara Cakrawala Lt. 11 Jakarta Pusat, dengan memberikan informasi agar pemda Karo dapat datang ke kantor pusat untuk membahas permintaan bonus  tersebut.

Selanjutnya,Bupati Karo Terkelin Brahmana SH didampingi Kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi Msi, memenuhi undangan pihak PGE pusat dan langsung disambut oleh direktur operasi Eko Agung Bramantyo, Jumat (10/5) pukul 12.00 wib di Ruang kerjanya Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan tersebut, direktur operasi Eko Agung Bramantyo berjanji akan merealisasikan permintaan pemda Karo tersebut asalkan PGE dapat dioperasikan kembali melalui PT Dizamatra Powerindo.

Menurutnya, PGE beroperasi mulai  tahun 2015, sedangkan 2016 - 2019 sampai sekarang tidak lagi beroperasi, sebab mesin PT Dizamatra Powerindo rusak, belum dapat dipergunakan, sehingga usaha tersendat sekarang," ujarnya.

Hal ini penyebab kami belum dapat memberikan bonus ke pemda Karo saat sekarang ini sesuai Peraturan menteri, sejak 2016 s/d sekarang, sedangkan bonus tahun 2015 diakuinya telah ditransfer  ke RKUD ( Rekening Kas Umum Daerah ) tanggal 9 januari 2018 ke Bank Sumut. Ucapnya
Sementara Kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi Msi mengatakan kalau pihaknya benar sudah melayangkan ke pihak PGE sesuai surat  bupati karo nomor 005/1718/DLH/2019 tanggal 03 Mei 2019 perihal permintaan  bonus produksi kepada pimpinan PT.Pertamina Geothermal Energi sibayak," ujarnya.

Mudah mudahan setelah pertemuan dengan pihak direktur operasi tadi, kedepan mereka  akan berjanji, untuk memberikan bonus, namun demikian pihak PGE minta bantuan pemda Karo, supaya tetap ikut melobi instansi Kementrian  lain, agar  PT Dizamatra Powerindo dapat kembali beroperasi kembali di PGE desa semangat Gunung,"tutur Sianturi.

Menyahuti itu, Sianturi menyebutkan segera bupati Karo akan menjumpai kemenkomaritim melalui Deputi kordinasi bidang  Infrastruktur Ridwan Jamaluddin, agar Deputi bisa  menyelesaikan dan memfasilitasi agar PGE dan PT Dizamatra Powerindo, dapat  beroperasi kembali," imbuhnya. (amr/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru