SUMUT

NASIONAL

DPR RI dan Kemnaker RI Tinjau Lokasi Kebakaran Pabrik Mancis di Sambirejo, Bantu Para Korban dan Periksa Semua Izin Pabrik Yang Ada di Langkat

Kamis, 27 Juni 2019 | 10.52 WIB
Kali Dibaca |

Tinjau Lokasi Kebakaran : Para anggota Komisi IX DPR RI dan Kepala  Biro Humas Kemnaker RI saat berada di lokasi kebakaran.(Foto :  Budi Zulkifli)

Langkat- metrokampung.com
Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja khusus dalam rangka pengawasan kebakaran di pabrik mancis PT Kiat Unggul yang berada di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, yang telah merenggut nyawa 30 orang korban. Kunjungan tersebut diterima oleh Sekdakab Langkat dr H Indra Salahudin, M.Kes, MM dan sejumlah kepada OPD Pemkab Langkat,  di Ruang Rapat Wakil Bupati Langkat, Kantor Bupati Langkat, Stabat, Rabu (26/6).

Rombongan DPR RI tesebut dipimpin oleh Putih Sari  didamping 15 anggota DPR RI lainya dan Sekretariat Komisi IX DPR RI serta Kepala  Biro Humas Kemnaker RI, R Soes Hindharno  dan tiga orang stafnya. Selepas melakukan diskusi di ruang rapat wakil Bupati Langkat, rombongan DPR RI dan Pemkab Langkat, langsung turun ke lokasi kebakaran dan menemui keluarga korban.

Putih Sari dalam kesempatan itu menyampaikan harapannya agar peristiwa tragis dan memilukan tersebut tidak terulang kembali di kemudian hari. Dia juga meminta pihak kepolisian serta Pemkab Langkat dan pihak terkait,  dapat mengusut tuntas kasus ini.

“ Ya, saya harap Pemkab Langkat dapat memberikan bantuan serta melakukan pemeriksaan perizinan terhadap semua pabrik yang ada di Langkat, agar tidak ada lagi pabrik yang illegal maupun yang tidak memiliki standrt keamanan dan  keselamatan  sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Putih juga meminta agar pemilik pabrik bertanggung jawab sepenuhnya, termasuk memberikan satunan kepada keluarga korban yang ditinggalkan.

Sedangkan Soes Hindharno  dalam kesempatan itu memberikan bantuan dari Kemnaker RI  kepada keluarga dari 29 korban kebakaran sebesar Rp1 juta per orang, dengan total keseluruhan Rp29 juta. Bantuan hanya diberikan kepada 29 orang, karena 1 orang mandor yang juga menjadi korban, telah mendapatkan bantuan dari Pabrik melalui BPJS Ketenagakerjaan.  Bantuan tersebut diterima langsung oleh keluarga korban yang ikut dihadirkan di lokasi.

 “ Semoga bantuan ini, dapat meringakan beban keluarga korban yang ditinggalkan,”sebutnya.

Sementara itu, Sekda, dr. H. Indra Salahuddin, M.Kes, MM menyampaikan, pihaknya akan segera melakukan apa yang menjadi aragan pihak Komisi IX DPR RI, baik untuk memberikan bantuan terhadap keluarga korban maupun untuk melakukan razia terhadap semua pabrik yang ada di Kabupaten Langkat.

“ Semua pabrik yang ada di Langkat akan segera kita razia terkait dengan izinnya. Untuk itu, bagi yang tidak memiliki izin maupun yang beroperasi tidak sesuai dengan standrt oprasional sesuai aturan, akan segara kita tindak sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya. (BD/MK)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru