SUMUT

NASIONAL

Jorok Dan Bau Pesing Saja Rame Pengunjung Apalagi Bersih

Jumat, 07 Juni 2019 | 19.41 WIB
Kali Dibaca |

Kondisi sampah ditengah keramaian ini jelas jelas menggangu kenyamanan para wisatawan yang berkunjung.

KARO - METROKAMPUNG.COM
Jorok dan bau pesing saja, kota wisata Berastagi rame dudatangi pengunjung, apalagi bersih dari sampah dan tidak bau pesing dari kotoran dan kencing kuda.

Begitu disebutkan Hendri Nelson 42 dan Amir Sanda 38 wisatan dari Tebing saat berlibur ke kota Berastagi, Jumat (7/6) di pelataran parkir Dinas Pariwisata Karo.

Mereka merasa kota Berastagi itu unik, karena banyaknya volume sampah plastik dan kotoran kuda yang berserakan yang  mengeluarkan aroma pesing, tetapi tetap saja wisatawan ramai berkunjung walau sebahagian diantara mereka terpaksa tutup hidung.

Instansi terkait diharapkan mampu membuat terobosan terkait sampah di objek wisata parkiran Taman Mejuah Juah Berastagi sehingga kenyamanan wisatawan terjaga.

Apalagi tempat itu bersih dari sampah dan kotoran kuda serta urinenya maka dapat dipastikan pengunjung akan merasa aman untuk berlalu-lalang di sana, sebut mereka.

Akibat banyaknya sampah yang berserakan, pengunjung juga tidak segan-segan membuang sampah sembarangan pada tumpukan di pelataran parkir ini.

Buktinya seorang pengunjung yang tidak mau menyebutkan namanya sengaja membuang sampah bekas minuman mineral ke tumpukan sampah yang ada di tengah lapangan parkir.

Tidak diketahui mengapa tumpukan sampah ini diletakkan begitu saja di lapangan parkir, padahal penempatan sampah itu pada tempat tertentu yang telah disediakan lebih dan mudah untuk mengangkutnya ke tempat pembuangan akhir menggunakan truk sampah, katanya.

Panitra Tarigan (47) warga Berastagi merasa aneh dengan sikap pihak yang berkompeten terhadap kondisi jorok dan bau pesing di pelataran parkir itu. Soalnya, tempat tersebut, merupakan tempat utama wisatawan yang ramai disinggahi pengunjung setiap saat dan penataan sampah tidak tertata dengan baik.

Sementara banyak uang yang berputar di sana. Termasuk untuk joki kuda tunggang, jual kacang, jual bunga, jualan aneka minuman kopi, jual makanan dan jual jagung serta restribusi parkir. Namun anehnya, restribusi sampah tetao dibebankan kepada pedagang di sekitar lapangan parkir, ujar Tarigan.

Kedepan kata Panitra, Pemerintah setempat hendaknya mempersiapkan tim kebersihan yang bertugas secara  bergantian (aplusan), tujuannya agar kebersihan tetap terjaga sehingga   wisatawan  betah dan lebih nyaman beraktifitas, sebutnya.
"Kan tinggal mengatur teknisnya saja, bila perlu kepada setiap pelaku wisata di areal parkiran taman Mejuah Juah dikenakan tambahan uang retribusi khusunya pada hari besar seperti ini,"tambah Tarigan.

Sementara pelaku wisata Ekologi, Eri B Tarigan mengatakan sistem untuk menata kebersihan di pelataran parkir Dinas Pariwisata sudah berkarat maka harus diulang atau dirombak.

Pemerintah harus tegas kepada para pihak yang memanfaatkan lokasi itu, jika pemangku kebijakan lembek, maka kebersihan dan kenyamanan untuk wisatawan takkan terwujud, singkatnya.(amr/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru