SUMUT

NASIONAL

Kabag Protokoler Pemda Humbahas Tak Izinkan Wartawan Meliput Peringatan Hari Kelahiran Pancasila

Minggu, 02 Juni 2019 | 14.40 WIB
Kali Dibaca |

Dedi Efendi Simbolon, Wartawan media Online yang diberlakukan tidak etis oleh Kabag Protokol Pemda Humbahas

Humbahas, Metrokampung.com
Seorang wartawan media online, Dedi Efendi simbolon kepada awak media Sabtu,(1/6/2019) mengaku miris melihat sikap seorang pejabat ASN  dilingkungan pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Pasalnya agenda nasional peringatan hari bersejarah ini ternodai dengan sikap seorang ASN yang merupakan pejabat eselon III, dengan tidak mengizinkan pekerja media melakukan kegiatan peliputan saat upacara peringatan hari kelahiran pancasila berlangsung.

“ saya kurang faham apa yang menjadi alasan kepala bagian protokoler tidak mengizinkan saya meliput kegiatan upacara peringatan hari pancasila. Padahal itu hari bersejarah bagi bangsa indonesia ini. Saya tidak tahu jika ada aturan yang melarang media meliput kegiatan tersebut secara langsung. Awal nya dia (kabag protokol-red) menanyakan mengenai surat undangan hadir di kegiatan tersebut. Lantas selanjutknya Ia mengatakan  kepada saya jika tidak memiliki undangan, saya tidak diperbolehkan mengambil foto, seraya menarik saya keluar dari lokasi “.

Tak hanya itu, kabag protokol ini juga mengkerahkan satuan polisi pramong praja untuk menarik saya menjauh dari lokasi upacara yang sedang berlangsung, dengan sesi pembacaan naskah sambutan dari badan pembinaan ideologi pancasila yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Drs Tonny Sihombing. Sehinga perlakuan tersebut sempat menjadi perhatian para peserta upacara dan para unsur pimpinan daerah,”katanya.

Disinggung tentang sikap pimpinan redaksi atas insiden tersebut. Dedi Simbolon mengaku sudah melaporkan hal itu ke atasan nya di Jakarta. “ sudah saya sampaikan persoalan ini, namun saya masih menunggu arah” tukasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Humbang Hasundutan, Drs. Tonny Sihombing, MIP, yang dikonfirmasi rekan media usai uacara, mengaku menyesalkan tindakan yang dilakukan anak buahnya. “ kita sangat menyesalkan ini, dan nanti akan kita panggil kenapa bisa seperti itu “ ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah ini juga menegaskan bahwa tidak ada larangan bagi pers untuk melakukan liputan pada kegiatan peringatan hari kesaktian pancasila.

Menanggapi berita perlakuan tidak etis yang dilakukan seorang pejabat terhadap wartawan, Kepala Bagian Protokol, Lampos Purba menampik tudingan yang yang dialamatkan kepadanya dengan mengatakan “ tak pernah kita mengusir wartawan. Media/pers selalu mitra pemerintah dan selalu kita dukung. Tetapi untuk ketertiban upacara kenegaraan. Kita selalu bilang kepada rekan-rekan media, bahwa poto dapat diperoleh dari dokumentasi Protokol dan kominfo. Ini kita lakukan untuk ketertiban dan ketenangan jalan nya upacara.(Tim Redaksi/MK)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru