SUMUT

NASIONAL

Kordinator P2TP2A Kabupaten Langkat, Enis Safrin Adlin Lubis, Kepala Dusun, Camat dan Kepala Desa Sepatutnya Ikut Bertanggungjawab

Kamis, 27 Juni 2019 | 00.50 WIB
Kali Dibaca |

(P2TP2A) Kabupaten Langkat Enis Safrin Adlin Lubis.(Foto : Budi Zulkifli)

Langkat, Metrokampung.com
Terbakarnya pabrik mancis illegal di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Jumat (21/6) yang lalu hingga menyebabkan tewasnya 30 orang pekerja tentu mengejutkan kita semua.  Karena itu, berbagai komentar pun muncul, termasuk di media- media sosial.

Nah, Kordinator Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Langkat Enis Safrin Adlin Lubis di Stabat, Minggu (23/6) kepada wartawan mengatakan, kepala desa, kepala dusun dan camat patut bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

“Yah, orang indonesia memang begitu. Sudah kejadian dan menimbulkan korban, baru saling menyalahkan.  Kalau tidak, ya semuanya diam. Nah, dalam hal ini kepala dusun, kepala desa, camat dan warga setempat patut bertanggung jawab, sebab tidak mungkin mereka tidak tahu tentang keberadaan pabrik illegal tersebut. Hanya saja, walaupun tahu, mereka diam dan tidak ada berbuat apa- apa,” ujarnya menyesalkan.

Nah, penilaian itu mendapat dukungan dari para netizen. Edi Surahman dalam akun facebooknya mengatakan, harus diusut tuntas agar menjadi pembelajaran bagi kita semua, sedangkan Syamsul Siregar mengatakan razia semua tempat yang illegal, jangan kasih kesempatan berkembang dan jangan tunggu ada korban baru bertindak.

Selanjutnya, Virza Tanjung mengatakan, aneh memang.  Sudah tahu yang diproduksi mancis, semua pekerjanya kok dikunci, sedangkan Halimah Tulsakdiah mengatakan, kepala desanya mungkin sudah dapat setoran dari pemilik pabrik, makanya diam walaupun jelas- jelas illegal.  Jadi, usut terus karena korbannya begitu banyak.

Hal yang sama disampaikan Antoe CrewOL dan Ridwan Sunarmin.  Keduanya menegaskan, harus diusut tuntas, semua pihak yang terkait harus diperiksa. Sedangkan Mhd Ja’far Alam mengatakan, setuju jika pemimpin daerahnya harus bertanggung jawab.

Sementara itu, Nailul Amali mengaku salut atas kepedulian Kapolres dan Kapolda dalam menyikapi kasus itu.

“Ya, mereka langsung turun dan bergerak cepat.  Jadi, salut dan bangga kepada mereka.  Namun, lebih salut lagi jika camat dan kadis yang terkait dengan perizinan ikut diperiksa,” ujarnya.

Bahkan, kalau terbukti lalai dan menyalahi prosedur, Nailul pun meminta Polisi bertindak tegas dengan menangkap mereka.  (BD/MK)

Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru