SUMUT

NASIONAL

Cana Canangkan 3 Desa Baru Sebagai ‘Desa Bersinar’ di Kabupaten Langkat, Kepala BNNK Langkat : Belum Semua Desa Komit Untuk Mendukung Pemberantasan Narkoba di Kabupaten Langkat

Minggu, 21 Juli 2019 | 13.29 WIB
Kali Dibaca |

Wawancara Khusus : Wartawan andalas, Budi Zulkifli saat melakukan wawancara khusus dengan Kepala BNNK Langkat, di ruang kerjanya, baru- baru ini.(Foto : Budi Zulkifli)

Langkat- MetroKampung.Com
Jauh sebelum menjabat sebagai Bupati Langkat, Terbit Rencana, PA (Cana) sudah mendirikan balai rehabilitasi bagi para pecandu narkoba.  Hal itu jelas menunjukkan kalau beliau peduli kepada para pecandu (korban) narkoba dan berharap agar penyalahgunaan dan peredaraan gelap narkoba bisa terus ditekan untuk menyelamatkan para generasi penerus bangsa dari bahaya narkoba.

Hal itu ditegaskan oleh Kepala BNNK Langkat, AKBP DR. H. Ahmad Zaini, SH, MH kepada andalas saat wawancara khusus di kantornya, Kamis (18/7) yang lalu. Bahkan, setelah Desa Namo Sialang, Kecamatan Batang Serangan dicanangkan sebagai Desa Pelopor Anti Narkoba dan Desa Bersinar (Desa Bersih dari Narkoba) di Kabupaten Langkat, Terbit Rencana, PA pun siap untuk mencanangkan 3 desa yang lain sebagai Desa Bersinar.

“Ketiga desa itu adalah Desa Raja Tengah, Desa Lubuk Kasih dan Desa Dalan Naman dari Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat. Hal itu jelas menunjukkan keseriusan beliau dalam pemberantasan narkoba.  Karena itu, patut kita dukung agar penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba bisa benar- benar diberantas di Kabupaten Langkat,” ujarnya.

Walaupun begitu, Zaini justru menyayangkan karena belum semua desa/ kecamatan di Kabupaten Langkat serius dalam menjalankan program anti narkoba di daerahnya. Buktinya, yang benar- benar serius hanya beberapa desa/ kecamatan saja.

“ Ya, desa yang sudah memiliki relawan anti narkoba memang sudah banyak.  Kalau tidak salah sudah ada 80 desa lebih, tapi yang benar- benar serius baru 1, yaitu Desa Namo Sialang. Yang lainnya belum.  Karena itu, harus terus didorong agar semua desa/ kelurahan serius.  Apalagi, ada Dana Desa yang bisa dipakai untuk menjalankan program- program anti narkoba,” ujarnya.

Lalu, ketika ditanya, kecamatan mana yang terkesan cuek dan tidak peduli, sehingga sampai sekarang belum ada satu pun desa di sana yang memiliki relawan anti narkoba, dengan tegas Zaini pun menjawab Bahorok. Jadi, ternyata belum ada satu pun desa di Kecamatan Bahorok yang sudah memiliki relawan anti narkoba.

Wah, patut disayangkan ya. Karena itu, kita tentu berharap agar ada perubahan yang berarti, dimana semua desa/ kelurahan mulai sekarang harus lebih serius dan komit dalam pemberantasan narkoba menuju Indonesia Emas 2045.  (BD/MK)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru