SUMUT

NASIONAL

Diduga Proyek Siluman Dana Desa di Kuta Dame Kabupaten Pakpak Bharat Tanpa Plang, Kejari Diminta Usut Tuntas

Sabtu, 13 Juli 2019 | 14.06 WIB
Kali Dibaca |



Pakpak Bharat, metrokampung.com
Sebuah proyek kegiatan perkerasan jalan di desa kuta dame kecamatan kerajaan kabupaten pakpak bharat  diduga tak mematuhi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2014 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Diduga Bentuk ketidak patuhan tersebut yakni dalam papan nama proyek, tidak mencantumkan nilai volume pengerjaan. Tentu hal tersebut menimbulkan tanda tanya, pasalnya proyek tersebut dibiayai oleh dana desa.

Kewajiban memasang plang papan nama proyek tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012. Regulasi ini mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek.

Papan nama tersebut di antaranya memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pengerjaan proyek.

Tidak dicantumkannya  plang papan nama proyek tersebut bukan hanya bertentang dengan perpres. Tetapi juga tidak sesusai dengan semangat transparansi yang dituangkan pemerintah dalam Undang-undang No.14 Tahun 2008 tentang keterbukaan Informasi Publik.

Dari pantauan media ini pada Kamis ( 11/07/2019)
Sekitar pukul 17.00  dalam pengerjaan proyek tersebut, lokasi untuk pemasangan talud dinilai tidak ada dan terkesan tidak terbuka bagi masyarakat.

Dikonfirmasi terkait hal ini, pekerja di di lokasi yang tak ingin disebut namanya mengatakan bahwa pekerjaan perkerasan tersebut sudah berlangsung selama dua minggu, dan mereka digaji secara bervariasi ada yang 80 ribu / perhari hingga 100 ribu.

 Sementara kades setempat, tumpal  siregar , belum dapat di konfirmasi dan sangat sulit untuk berjumpa terkait hal ini, mengingat juga bahwa informasi dari masyarakat tahun ini kades tersebut bakal habis masa jabatannya hingga masyarakat menduga dan curiga adanya penyalahgunaan anggaran desa ini nantinya.(vikram/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru