SUMUT

NASIONAL

Dugaan Penyimpangan di Desa Perk. Petatal Akan Dilaporkan ke Polres Batubara

Senin, 22 Juli 2019 | 20.12 WIB
Kali Dibaca |

Tokoh masyarakat Sufianto dan Kadus V Tuminan.

Batubara - Metrokampung.com
Sebanyak 7 Kepala Dusun (Kadus) dari 8 Kadus dan masyarakat di Desa Perkebunan Petatal Kecamatan Datuk Tanah Datar Kabupaten Batubara akan membuat laporan pengaduan   kepada Kapolres Batubara.

Mereka akan memohon agar Polres Batubara dapat melakukan penyidikan dugaan penyimpangan yang dilakukan Mantan Kades Perkebunan Petatal Iwan Triadi dan mantan Pj. Kades Perkebunan Petatal Sri Nenti yang tak lain adalah istri Iwan Triadi.

Hal tersebut diungkapkan Tuminan Kadus V Desa Perkebunan Petatal Kecamatan Datuk Tanah Datar Kabupaten Batubara, Senin (22/07).

Disebutkan, dugaan penyimpangan yang terjadi di Desa Perkebunan Petatal adalah yang akan dilaporkan adalah proyek pengerjaan rabat beton sepanjang 246 meter di Dusun VI Desa Perkebunan Petatal dengan anggaran dari Dana Desa Tahun 2018 senilai Rp. 150 juta baru dikerjakan pada tanggal 04 Februari 2019.

Kemudian masalah honor  Kadus pada tahun 2018 lalu dari yang  ditandatangani selama 5 bulan (Agustus-Desember 2018) namun hanya 3 bulan yang terima Kadus.

Saat itu Pj. Kades Sri Nenti berjanji akan memberikan kekurangannya pada tanggal 30 Desember 2018 namun hingga kini tidak kunjung diserahkan Sri Nenti yang tidak lagi menjabat sebagai Pj. Kades.

Pengelolaan BUMDes 'Bersama' yang diduga dipergunakan untuk kepentingan pribadi oknum Ketua BUMDes Iwan Triadi (mantan Kades Perk. Petatal) juga akan dilaporkan.  Anehnya sepengetahuan Pj Kades saat ini  Aswandi, S.Pd tidak ada laporan pertanggungjawan BUMDes yang didirikan tahun 2017 lalu.

Meski begitu saat Sri Nenti sebagai Pj. Kades malah dialokasikan tambahan penyertaan modal sebesar Rp. 100 juta lagi. Padahal modal awal tahun 2017 sebesar Rp. 150 juta ditambah Rp. 30 juta tahun 2018 tidak jelas pertanggungjawabannya.

Diduga akibat tidak diikutsertakan dalam pengelolaan BUMDes maka Sekretaris dan Bendahara sudah mengundurkan diri.

Masalah aset sepeda motor dinas untuk Sekretaris desa dipakai oleh Iwan Triadi sementara sepeda motor dinas Kades diberikan kepada Sekretaris Desa. Sepeda motor dinas Sekretaris Desa yang dipakai Iwan Triadi mengalami tabrakan di Bunut Asahan dan kini telah dikembalikan Iwan Triadi ke desa namun  tinggal rangka saja.

"Kami sangat bermohon kepada Bapak Kapolres agar segera melakukan penyidikan guna menyelamatkan uang negara", ujar Tuminan.

Kadus yang akan melaporkan adalah Paimin (Kadus 1), Rahmat Nasution  ( Kadus 2 ),  Sugiono ( Kadus 3), Saring   ( Kadus 4), Tuminan (Kadus 5 ),  Suyetno ( Kadus 6 ), dan Arsak.  (Kadus 8 ) serta 2 orang tokoh masyarakat  yakni Sufianto dan Jarno. (ea.ps/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru