SUMUT

NASIONAL

KEMENRISTEKDIKTI RI Kunjungi Kabupaten Dairi

Jumat, 12 Juli 2019 | 20.36 WIB
Kali Dibaca |


Dairi-Metrokampung.com
Dalam kunjungannya KEMENRISTEKDIKTI (Kementrian  Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi) disambut Bupati Dairi DR Eddy Berutu dan Wakil Bupati Jimmy L A Sihombing.

Sesampai rombongan menteri disambut tarian era era sebagai tarian khas Pakpak yang merupakan tarian penyambutan para petinggi dan tamu dalam budaya Pakpak. Rombongan menteri disambut dan dijemput memasuki balai budaya Sidikalang dan di Sahkan sebagai marga Angkat oleh para tokoh Pakpak dan Sulang Silima marga Angkat. Menteri akan melakukan lawatan dua hari di kabupaten Dairi.

Dalam sambutanya PROF. H. MOH. NASIR,Ph.D.AK  dalam acara menyampaikan kuliah umum. "Saya merasa terhormat dengan kedatangan saya ke Dairi disambut dengan sangat antusias, terlebih saya dianugrahi sebuah marga yaitu marga Angkat. Jadi sekarang saya secara resmi menjadi bagian dari keluarga Pakpak.

Demikian disampaikan oleh Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof H. Mohamad Nasir Ph.D. Ak dalam mengawali kunjungan serta memberi kuliah umum di Gedung Balai Budaya Sidikalang, Jumat (12/07/2019).

"Peralihan dunia teknologi bergerak secara cepat mulai tahun 1900an dengan munculnya teknologi otomotif berbasis listrik. Namun perlaihan kembali terjadi pada tahun 2000an dengan adanya revolusi industri. Semua teknologi berbasis cyber yang tadi dilakukan secara manual menjadi otomatisasi," ujar beliau.




Peran manusia akan digantikan oleh mesin dan robot dan diperkirakan 1,8 juta tenaga kerja akan diambil artificial inteligence, artinya teknologi akan melahirkan berbagai profesi yang saat ini belum ada. Indonesia perlu meningkatkan kualitas keterampilan tenaga kerja dengan teknologi digital.

"Pergeseran teknologi ke depannya akan semakin cepat, teknologi otomotif tanpa driver (supir) yang disebut driverless.Teknologi ini dianggap lebih aman bila dibandingkan dengan manual menggunakan supir," terang menteri.

"Amerika Serikat dan China sedang bersaing dalam teknologi, dimana mereka saling memprotek kemampuan industrinya. Indonesia tidak mendapatkan protek dari negara manapun," tambah Mohamad Nasir.

"Ini peluang bagi Indonesia yaitu peningkatan sumber daya manusia. Terutama Guru. Sebab yang tidak bisa digantikan dengan teknologi robot adalah Guru. Daya saing indonesia ada di angka 37 dari 137 negara di dunia tahun 2015 dan merosot di posisi 45 tahun 2018, tapi pada tahun ini ranking Indonesia selalu meningkat dibawah pemerintahan bapak Jokowi," kata menteri.

Dalam kunjungannya beliau  mengajak Pemerintah Dairi untuk bergerak cepat untuk membangun pendidikan di kabupaten Dairi dan membangun Universitas di kabupaten Dairi. Mudah-mudahan akan segera kita realisasikan," tutupnya.(Bill/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru