SUMUT

NASIONAL

Pria Simalungun Akhiri Hidup Dengan Cara Potong Kemaluan Sendiri & Tenggak Racun Rumput

Minggu, 21 Juli 2019 | 00.22 WIB
Kali Dibaca |

Jenazah Ja saat disemayamkan di rumah duka sebelum dikebumikan

Simalungun - metrokampung.com
Ja (41), warga Huta III, Silobosar Nagori Bosar Nauli, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, memilih mengakhiri hidupnya dengan tragis. Minum racun.
Nah, setelah meminum cairan berbahaya itu, Ja pun memotong alat kelaminnya hingga putus menggunakan sebilah pisau.

Adalah Eipin Napitu (47), orang yang kali pertama menyaksikan perbuatan ekstrem Ja itu.
Kala itu, Eipin Napitu sedang menderes tuak, tak jauh dari gubuk Ja.
Pada saat berada di atas pohon, Eipin Napitu mendengar korban menangis dan mengatakan ”mate nama au, lae ngahuinum be raccun gromokson” (matilah aku lae, uda ku minum racun gromoksone) sambil lewat melintas di bawah pohon aren yang dideresnya. Korban yang sedang menuju sungai kemudian diikuti Eipin Napitu dan menyaksikan korban memotong-motong kemaluannya.

Mengetahui hal tersebut,Eipin Napitu pun langsung berlari sekencang-kencangnya untuk memberitahukan kepada jiran tetangga.
Tanpa di komando warga pun langsung berduyun-duyun datang ke lokasi.
Nah, saat ditemukan, Ja sudah lemas. Dia tak sanggup lagi berbicara. Dia tertidur dengan posisi telungkup. Warga pun langsung memboyongnya dengan bersimbah darah karena telah memotong kelaminnya sendiri. Bukan itu saja, Ja pun sudah mengeluarkan kotoran.

Warga membawa korban ke Puskesmas Titi Beton untuk pertolongan pertama. Namun korban meronta-ronta kesakitan. Selanjutnya,  Ja pun dirujuk ke RSU Harapan. Di sana, Ja pun ditolak dengan alasan kondisi Ja sudah sangat kritis.
Warga pun membawa Ja ke RSUD Djasamen Saragih.
Namun, sebelum sampai di rumah sakit milik Pemko Siantar itu, Ja pun menghembuskan nafas terakhirnya. Warga pun memboyong jenazah Ja ke rumahnya untuk disemayamkan.
Kapolsekta Tanah Jawa, Kompol Hasudungan Panggabean, membenarkan kejadian tersebut.
Namun, dalam kasus ini, pihak kepolisian tak bisa berbuat apa-apa, karena korban sendiri yang mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu. "Keluarga tidak mau ini diotopsi. Mereka sudah iklas. Memang ini murni bunuh diri," ujar Kompol Hasudungan Panggabean. (bbs/mk/fit)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru