SUMUT

NASIONAL

Sembiring Dianiaya Segerombolan OTK Sampai Pingsan, Rumah Dibakar, Istri & 2 Anak Lompat Dari Jendela Menyelamatkan Diri

Sabtu, 20 Juli 2019 | 14.44 WIB
Kali Dibaca |


Senang Sembiring saat menjalani perawatan di RS karena dianiaya oleh segerombolan OTK
Rumah Senang Sembiring yang dibakar segerombolan OTK

Karo - metrokampung.com
Sejumlah orang tak dikenal (OTK), membakar rumah dan menganiaya pemiliknya, Senang Sembiring (50).

Kepolisian Sektor Tiga Panah, kini masih mengejar tersangka yang melakukan aksi brutal terhadap korban. Akibat aksi beringas para pelaku, korban kini dirawat di rumah sakit. Sekujur tubuhnya luka-luka, akibat benda tumpul maupun benda tajam.

Peristiwa itu dialami korban dan keluarganya Kamis (187/2019) sekitar pukul 03.00 WIB.

Istri korban, Risna br Sitepu, saat berada di Mapolsek Tiga Panah, untuk membuat laporan pengaduan mengisahkan, kejadian penganiayaan yang dialami suaminya berlangsung saat terjadi pemadaman listrik di pemukiman mereka, di Puncak 2000 Desa Siosar, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo.

Dalam suasana gelap, suami Risna, mendengar suara kendaraan roda empat berhenti di depan rumahnya. Curiga, Senang pun mengintip dari celah-celah dinding rumah.
Risna pun menyuruh suaminya itu membuka pintu untuk menanyakan tujuan kedatangan tamu 'tak diundang' tersebut.

“Kai ate kena e (mau ngapain kalian),” tutur Risna mengulang teguran suaminya kepada para pelaku.

Teguran Sembiring, dibalas dengan nada ancaman dari para pelaku.

“Ola ko ndarat, mate atem (jangan kau keluar kalau tidak mau mati),” kata Risna mengutip perkataan para pelaku.

Usai berkata demikian, Risna mengaku rumahnya dilempari batu.

“Setelah melempari, orang tidak dikenal langsung menerobos masuk ke rumah kami memukuli suamiku tanpa rasa kasihan," kata Risna.

“Melihat itu aku langsung histeris, berteriak, membangunkan ketiga anakku biar orang itu melarikan diri,” ujarnya.

Risna dan ketiga anaknya akhirnya berhasil kabur dari rumah melalui jendela kamar tidur utama.

“Kami terus berlari tanpa menoleh ke belakang. Kami masuk ke jurang, lahan pertanian warga. Di situ kami beristirahat,” kenang Risna.

Selama sekitar setengah jam, Risna dan ketiga anaknya bersembunyi di lahan pertanian. Merasa sudah aman, ia memberanikan diri untuk kembali ke rumahnya, bersama ketiga anaknya.

Setiba di rumah, Risna mendapati suaminya terluka dan berusaha memadamkan kobaran api.

Peristiwa itu dilaporkan Risna kepada keluarganya di Desa Sukamaju. Tak berselang lama, keluarga bersama personel Polsek Tiga Panah tiba di rumah Risna.

Kapolsek Tiga Panah AKP B. Manurung melalui Kanit Reskrim, Ipda Pernando Manik, mengatakan belum dapat mengungkap apa motif peristiwa dugaan pembunuhan terhadap korban.

Ditegaskannya, kasus yang dialami korban masih dalam penyelidikan.

Sementara dari tempat kejadian perkara, polisi mengambil sejumlah barang bukti, diantaranya jerigen berisi BBM, kasur yang sudah terbakar, tenda biru yang sudah terbakar, potongan kayu yang sudah terbakar, serta batu. (bbs/mk/fit)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru