SUMUT

NASIONAL

DPK RKIH TBA Kerjasama BNNP Sumut Gelar Seminar P4GN di Tanjungbalai

Selasa, 10 September 2019 | 21.02 WIB
Kali Dibaca |

PAPARAN: Kabid P2M BNNP Sumut Drs. Tuangkus Harianja saat memaparkan program P4GN didampingi narasumber Asisten II Zainul Arifin, Wakil Ketua PN Dr. Salomo Ginting dan Kaur Mintu SatRes Narkoba Aiptu H. Nadeak pada seminar Anti narkoba yang digelar DPK RKIH TBA bekerjasama dengan BNNP Sumut, Selasa (10/9) di aula Raja Bahagia Resto Tanjungbalai.

Tanjungbalai, metrokampung.com
Dewan Perwakilan Kab/Kota Rumah Kreasi Indonesia Hebat Tanjungbalai-Asahan (DPK RKIH TBA) bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara menggelar kegiatan diseminasi informasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) melalui kegiatan seminar anti narkoba di aula Raja Bahagia Resto Tanjungbalai, Selasa (10/9).

Seminar itu dihadiri 60 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai organisasi kemasyarakatan, keagamaan, Pers, nelayan, buruh, serta LSM yang ada di daerah tersebut.

Kegiatan itu dibuka Wali Kota yang diwakili Asisten II Drs H Zainul Arifin sekaligus juga sebagai narasumber bersama Kabid P2M BNNP Sumut Drs Tuangkus Harianja MM, Kaur Mintu SatRes Narkoba Polres Tanjungbalai Aiptu H. Nadeak dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Tanjungbalai Dr. Salomo Ginting SH,MH.

Dalam kegiatan itu para narasumber memaparkan setiap rangkaian tentang program P4GN. Kabid P2M BNNP Sumut Tuangkus Harianja dalam kesempatan itu mengatakan bahwa untuk mengatasi permasalah Narkoba di Tanjungbalai salah satunya dengan menekan permintaan (Demand) melalui pencegahan dan menekan penawaran (Supply) dengan pemberantasan.

"Kota Tanjungbalai saat ini salah satu pintu masuk peredaran narkoba di Indonesia, sehingga berdampak pada meningkatnya jumlah penyalahgunaan narkoba di masyarakat. Oleh karena itu, yang harus kita lakukan yaitu menekan angka Demand dan Suplay nya. Hal itu melalui kegiatan pencegahan dengan memberikan pemahaman terhadap Narkoba, dan juga tindakan pemberantasan bagi para pengedar narkoba, " ucapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, melalui seminar tersebut diharapkan para peserta yang merupakan perwakilan dari organisasi kemasyarakatan itu bisa menjadi pelopor mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba mulai dari diri sendiri, keluarga hingga dalam organisasi nya masingmasing.

"Patut kita apresiasi kegiatan yang difasilitasi RKIH ini bisa mengumpulkan puluhan peserta perwakilan dari organisasi. Harapannya, peserta yang hadir bisa meneruskan pemahaman tentang program P4GN yang didapat saat ini kepada kelompok organisasi nya masing-masing. Sehigga upaya pencegahan penyalahgunaan dan Peredaran Narkoba bisa lebih maksimal, "pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPK RKIH TBA Regen Silaban usai pelaksanaan seminar kepada awak media mengatakan, kegiatan Seminar P4GN itu terlaksana atas kerjasama dengan BNNP Sumut mengingat Kota Tanjungbalai merupakan salah satu pintu masuk peredaran narkoba dan saat ini sudah menjadi kota darurat narkoba.

"Sesuai program kerja RKIH yang telah menjalin kerjasama dengan BNNP Sumut, sehingga kegiatan seminar Anti narkoba ini dapat berlangsung. Hal itu juga mengingat bahwa Indonesia saat ini sudah darurat narkoba, khususnya di Sumut dan Kota Tanjungbalai ini sebagai salah satu pintu masuk peredaran narkoba. Maka diperlukan lebih banyak kegiatan yang memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang program P4GN ini, "ucap Regen Silaban.

Oleh karena itu diharapkannya, dukungan dan motivasi yang kuat dari semua pihak, baik pemerintah dan instansi terkait untuk bersama-sama berkomitmen dalam memerangi narkoba yang salah satunya dengan lebih sering melaksanakan kegiatan sosialisasi ataupun sejenisnya sehingga para pelaku atau pihak dan oknum yang terlibat peredaran narkoba segera musnah di Tanjungbalai.

Amatan metrokampung.com, pelaksanaan seminar Anti narkoba (P4GN) tersebut berjalan dengan lancar yang dibagi dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dengan peserta. Antusias para peserta terlihat cukup tinggi yang ditandai dengan puluhan pertanyaan yang dilontarkan peserta ke masing-masing narasumber terkait permasalahan Narkoba didaerah tersebut.(RS/MK)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru