SUMUT

NASIONAL

Turun ke Batu Bara, Tim Pempropsu Hitung Kerugian Banjir Atas Laporan Bupati

Rabu, 30 Oktober 2019 | 00.34 WIB
Kali Dibaca |


Batu Bara, Metrokampung.com
Musibah  banjir yang menerjang hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Batu Bara menjadi atensi khusus pemerintah Kabupaten Batu Bara dibawah pimpinan Ir. Zahir M.AP.

Bahkan Bupati Batu Bara yang bertugas belum genap setahun ini, sudah pun berkoordinasi dengan pihak Pemprop Sumut. Dan tim propinsi Sumut sendiri langsung turun guna menghitung kerugian akibat banjir.

Tim Propsu ini sendiri sudah pun sampai kepada program perbaikan ekonomi daerah, selama 4 hari (Kamis hingga Minggu), tanpa publikasi tim ini telah mengunjungi seluruh wilayah yang terdampak banjir.

Hal itu disampaikan Bupati Batu Bara Ir Zahir MAP melalui Kabag Humas Setdakab Batu Bara Alwadip Zamzami, S. STP kepada wartawan di One Caffe Lima Puluh, Selasa (29/10/2019) sekira pukul 20.00 WIB.

Dampak banjir yang menerjang Kabupaten Batu Bara sendiri, terakhir ini tercatat mengakibatkan lebih 1300  rumah warga tergenang air, selain itu bangunan milik pemerintah juga terkena rendaman air hujan.

Dari data yang terhimpun, tercatat RS PTC Indra Pura milik Pemprovsu di Kecamatan Air Putih ikut tergenang. Demikian 6 sekolah dasar negeri salahsatunya di Desa Guntung Kecamatan Lima Puluh Pesisir juga terendam air.

Bahkan akibat banjir,  mesjid Al Jeniah Desa Petatal Kecamatan Datuk Tanah Datar terancam ambruk. Pasalnya bagian belakang mesjid mengalami longsor. Pagar mesjid roboh, pelataran belakang retak-retak dan bagian pondasi belakang mesjid terlihat sudah berada di tepi longsoran.

Melihat kondisi Kabupaten Batu Bara yang dilanda banjir parah, dikatakan Alwadip, Bupati bahkan selama 4 hari terakhir sebelum bertolak ke Jakarta, sudah berjibaku keluar masuk desa meninjau situasi yang dialami masyarakat.

Menurut Alwadip, ada 4 tim yang langsung dibentuk oleh Bupati yaitu Tim teknis penanggulangan, tim kesehatan masyarakat, tim kesejahteraan dan tim pendataan. Sedang untuk Tim propinsi, Bupati sendiri yang langsung berkoordinasi, tujuan Bupati adalah untuk mempelajari langkah-langkah strategis guna mengatasi masalah bencana terutama banjir yang kerap melanda desa-desa didaerahnya.

Setelah melaporkan ke Pemprovsu kondisi Kabupaten Batu Bara yang diserang banjir akibat hujan deras dan banjir kiriman dari Simalungun dan Asahan, Bupati terbang ke Jakarta, Minggu malam (27/10/2019). "Bupati berpesan bahwa kehadirannya ditengah-tengah warga terdampak banjir bukan merupakan solusi cepat untuk mengatasi masalah", terangnya.

Disebutkan Alwadip, bantuan sudah diupayakan. Namun pemberian bantuan bukan merupakan hal yang menjadi fokus sebab akan sia-sia jika banjir terus berulang. Dan terkait kunjungan Bupati ke Jakarta adalah dalam upaya mendapatkan bantuan  mengatasi abrasi air laut dan saluran drainase yang tumpat serta pendangkalan sungai di Kabupaten Batu Bara.

"Jadi Bupati ke Jakarta bukan untuk jalan-jalan atau plesiran seperti diberitakan media lokal", terang Alwadip.

Kabag Humas Alwadip Zamzami minta agar media tidak memplesetkan keberadaan pejabat Pemkab Batu Bara agar tidak menimbulkan polemik dan 'kegaduhan' ditengah-tengah masyarakat Batu Bara.

Dikatakan Alwadip seharusnya wartawan terlebih dahulu  mengkonfirmasi kepada Sekda atau Kabag Humas sebelum menaikkan berita mengenai keberangkatan Bupati ke Jakarta.(ea.ps/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru