SUMUT

NASIONAL

Proses Belajar Mengajar di SMAN 8 Kondusif, Puluhan Guru Protes Pemberitaan Tendensius

Jumat, 01 November 2019 | 20.35 WIB
Kali Dibaca |


Medan, metrokampung.com
Situasi belajar mengajar di SMA Negeri 8 Medan, Jalan Sampali Medan, Kamis (31/10/2019), kembali kondusif pasca pecahnya kerusuhan antar pelajar, Rabu (30/10/2019).

Para siswa tampak belajar seperti biasa di dalam kelas. Demikian juga para guru, melaksanakan tugasnya mengajar para siswa. Suasana di sekolah itu kembali kondusif.

Namun masih diberlakukan penjagaan ketat untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan susulan. Selain petugas sekuriti, juga tampak sejumlah personil dari Polsek Medan Area.

"Kami bersyukur suasana belajar mengajar kembali berjalan kondusif, para pelajar dan guru semuanya dalam kondisi tenang dan aman," ungkap Kepala Sekolah SMA Negeri 8 Jongor Panjaitan kepada wartawan.

Jongor Panjaitan mengatakan sudah menginstruksikan kepada semua guru dan siswa agar tidak terpancing dengan aksi-aksi anarkis. "Tugas kita adalah fokus belajar mengajar," sebutnya.

Sementara itu,  Dinas Pendidikan Sumatra Utara, langsung meninjau suasana belajar mengajar pasca kericuhan itu. Kepala UPT  Cabang Dinas Pendidikan Medan Selatan, Dinas Pendidikan Sumut, Zuhri Bintang, juga mengatakan suasana sekolah kondusif.

Dia menyampaikan pesan Kadis Penidikan Sumut, Arsyad Lubis, agar suasana belajar mengajar jangan sampai terganggu karena pasca aksi kerusuhan. Menurut Kadis, sebut Zuhri, aksi kekerasan/kerusuhan di sekolah tidak dibenarkan.

Kehadiran pihaknya di sekolah itu, lanjut Zuhri, juga untuk mengetahui apa penyebab dan yang melatarbelakangi terjadinya kekerasan. Sehingga diketahui  dan nantinya pihak sekolah bisa memberikan sanksi tegas.

Walau demikian, baik Jongor Panjaitan maupun Zuhri Bintang mengatakan kasus kerusuhan di sekolah itu telah ditangani pihak Kepolisian. Oleh karena itu, pihaknya menyerahkan sepenuhnya dan menghormati proses hukum.

Sebelumnya diketahui kericuhan terjadi di dalam sekolah yang melibatkan puluhan orang pelajar sesama pelajar SMAN 8 Medan. Kerusuhan diduga karena kesalahpahaman antar sesama pelajar dan diduga juga urusan keorganisasian di luar organisasi resmi sekolah, memantik terjadinya kerusuhan.

Puluhan Guru Datangi Inpektorat Provsu
Pasca kerusuhan antar siswa hingga bentrok  di SMA Negeri 8 Medan, Jalan Sampali, Kelurahan Pandau Hulu II, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu pagi (30/10) sekitar pukul 09 : 45 WIB. Dusebabkan perselisihan 2 Genk siswa yang mengakibatkan 2 orang siswa mengalami luka-luka dan seorang siswa mengalami lebam di bagian mata dan seorang lainnya terluka di bagian kepala.

Buntut panjang dari masalah ini adalah puluhan siswa dipanggil oleh Polsek Medan Area, guna menjalani pemeriksaan insentip.

Namun disatu sisi puluhan guru- guru SMA Negeri 8 menemui Kepala  Inspektorat  Provinsi Sumatera Utara guna menyampaikan keluh kesah terhadap pemberitaan salasatu media online. Pemberitaan tersebut dinilai terkesan menyudutkan salah satu pihak sehingga bukan hanya nama baik sekolah namun juga kredibilitas guru-guru sebagai tenaga pendidik.

" Kami para Guru SMA Negeri 8 ini terpaksa mendatangi Inspektorat Provinsi Sumatera Utara menyampaikan aspirasi kami agar oknum guru "BS" yang diduga memviralkan peristiwa itu hingga dimuat salasatu media online tampa memuat berita berimbang agar dipindahkan dari SMA Negeri 8. Sebab kami para guru menginginkan tercipta kembali suasana kondusif dalam proses belajar-mengajar di sekolah tersebut. Bukan malah menimbulkan perpecahan sesama kami para guru," ujar guru-guru tersebut yang wawancarai kru koran ini, Kamis (30/10) di kantor Inspektorat Provsu.

Masih kata mereka, oknum guru "BS" diduga sebagai informen gelap oleh salasatu media online di kota Medan ini. Sebab dalam pemberitaan pada online itu terlihat tidak ada perimbangan berita, sehingga terkesan menyudutkan pihak sekolah serta kredibel para guru-guru.

"Kami mau ada suasana damai tanpa adanya oknum guru ini yang selalu mengajak bersitegang" kata guru-guru SMA Negeri 8 yang hadir di kantor inspektorat.

Selanjutnya setelah mendapat laporan para guru SMA 8, Kepala Inspektorat Provinsi, Larso Marbun langsung turun ke sekolah guna melihat langsung dan menemui seluruh guru pengajar di SMA Negeri 8. Setelah itu diadakan rapat mendadak guna membahas tentang hal ini.

Seusai rapat dengar pendapat dengan guru- guru SMA Negeri 8, saat dimintai keterangan dan tanggapannya mengatakan bahwa:" Dirinya  mengambil langkah Soft approach( pendekatan lembut) dengan bicara dari hati ke hati dengan seluruh guru yang ada" ujar Larso.(Rel/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru