SUMUT

NASIONAL

Menyingkirkan Pelakor dan Pebinor untuk Selamanya

Minggu, 29 Desember 2019 | 20.07 WIB
Kali Dibaca |


Medan, metrokampung.com
Satu hal yang tidak bisa kita tawar kepada Tuhan adalah tentang jodoh.

Jodoh itu misteri. Semakin kita kejar, semakin ia menjauh pergi.

Namun, jika kita hanya diam, maka ia tak kunjung datang. Jodoh memang rahasia Tuhan.

Tetapi ikhtiar tetap harus dilakukan.

Jika telah memiliki pasangan, dan belum menikah. Hendaknya niat baik untuk disegerakan. Karena di luar sana, banyak para single atau jomblo yang mempunyai mimpi agar mempunyai kekasih hati dan dapat bersanding di pelaminan.

Bagi yang telah menikah, sebaiknya pupuk dan sirami terus rumah tangga dengan nutrisi cinta dan kasih sayang saling pengertian antara suami dan istri. Karena di luar sana, banyak pasangan yang masih berpacaran berbilang tahunan, tapi belum juga bersatu dalam ikatan sakral mahligai pernikahan.

Setiap hubungan, baik yang telah menikah ataupun belum menikah. Pasti banyak cerita terjadi di dalamnya. Kerap warna warni perjalanan banyak menuai kisah.

Alangkah bijak jika satu dan lainnya tetap saling melengkapi dan menjaga. Jangan suka melibatkan hal lain di luar hubungan untuk menjadi permasalahan. Misal bagi pasangan menikah, yang saling merasa tidak intim lagi karena urusan pekerjaan masing-masing. Sehingga komunikasi pun jadi sulit padahal satu rumah.

Pun begitu dengan yang masih berpacaran dan mungkin masih sibuk dengan kegiatan pendidikan maupun kerjaan. Merasa saling jauh dan tidak mesra lagi.

“Tugas adalah tugas. Kerja adalah kerja. Masalah pribadi adalah hal lain. Keduanya haram untuk dicampur-adukkan.”

Mari kita berbicara sedikit mengenai pernikahan. Resep pernikahan bintang 5 ternyata tidak rumit.

 “Jika kau hanya membicarakan tentang hak, hari-harimu sebagai suami-istri sangat mungkin diwarnai oleh pertengkaran. Untuk membuat pernikahanmu kokoh, berbicaralah mengenai kewajibanmu.”

Ada sebuah pembelajaran berharga, bahwa pernikahan yang berhasil membutuhkan komitmen untuk  saling mengutamakan. Jika hanya menuntut hak, ego akan berbicara lebih. Namun jika kepentingan pasangan diutamakan, maka kesadaran akan bertumbuh subur mengatasi ego.

Mencintai pasangan seyogyanya dilakukan secara tulus, melebihi karir, uang, dan kesenangan pribadi yang lain.

Alasannya sederhana : Karena engkau tidak akan mendapatkan cinta yang bersifat timbal balik dari  karir, uang, dan hobi.

Kita jatuh cinta karena adanya sebuah kesempatan. Kita tetap mengasihi karena adanya sebuah pilihan. Jadi, resep pernikahan bintang 5 itu sederhana. Saling mengutamakan dan belajar memberi, alih-alih menuntut. Selamat membangun cinta!

Jangan sampai keromantisan berumah tangga harus berjarak hanya karena satu dan beberapa hal yang tidak dapat disikapi secara dewasa bersama.

Jika keintiman, keromantisan, dan kenyamanan di dalam rumah sudah mulai berkurang, bahkan sampai menghilang. Bakal ada pemicu keretakan yang akan memgundang datang. Bisa jadi kejenuhan terobati oleh perhatian dari luar. Ini berbahaya.

Apalagi jiwa para "pengganggu", istilah keren kekinian, pelakor atau pebinor (bisa disebut PIL, pria idaman lain, dan WIL, wanita idaman lain) kerap menjadi momok bagi pasangan suami-istri di dunia ini.

Banyak pria dan wanita yang sangat menginginkan terwujudnya hubungan cinta menjelma rumah tangga. Beragam cara ditempuh. Demi kebahagiaan

menyatunya hati yang telah saling memiliki. Namun setelah masuk dalam pernikahan, bukannya saling menjaga dan perhatian, yang ada malah saling menuntut. Situasi seperti inilah yang rentan sebagai pintu masuk orang ketiga.

Seharusnya tidak, sebab sebagai manusia dewasa yang diuji dalam proses pernikahan, ego dan emosi tidak untuk diperturutkan setiap waktu.

 Pernahkah menonton salah satu program TV kabel yang berjudul “Married at First Sight”?

 Dari judulnya yang nyeleneh, tontonan ini memang mengundang rasa penasaran. Singkatnya, beberapa pakar hubungan di sebuah negara membuka pendaftaran bagi para lajang untuk dijodohkan, bahkan diikat dalam sebuah pernikahan.

 Uniknya, para calon pengantin tersebut tidak akan saling mengenal hingga bertemu untuk pertama kalinya di upacara pernikahan. Dinamika rumah tangga akan terlihat di minggu-minggu berikutnya, hingga pasangan tersebut memutuskan untuk bertahan atau bercerai.

 Pada salah satu episode tayangan tersebut, ada sepasang suami istri yang saling mengajukan pertanyaan mengenai kelebihan diri masing-masing. Sang wanita menjawab bahwa kekuatan super dalam dirinya adalah berbicara dalam banyak bahasa. Sayang, dalam perkembangannya pernikahan itu harus kandas, karena pihak perempuan memilih untuk mengakhiri eksperimen tersebut.

 Berbicara dengan banyak bahasa adalah sebuah kemampuan yang mengagumkan. Meskipun demikian, ada satu bahasa yang tidak akan benar-benar dikuasai dengan mudah. Bahasa itu bernama bahasa kasih.

Begitu banyak tantangan untuk menggemakan bahasa kasih.

 Perjalanan tidaklah mudah, namun bukan berarti tanpa harapan. Tetaplah berlatih mencintai tanpa syarat, sampai kita berhasil memiliki sebuah kekuatan super bernama bahasa kasih.

 Maka saling berkasih sayang dan tetap terus memberi cinta, meskipun pernikahan telah berjalan bertahun lamanya.

Di luar sana, banyak potensi perusak yang menunggu agar mendapat celah masuk. Jika kejadian, ya sudah. Boom! Habislah sudah.

Abah Rahman, spiritualis yang berkapasitas super dan memiliki keberkahan luar biasa, dapat membantu solusi cinta pasangan dari bahayanya perlakuan perusak hubungan orang lain.

Abah mampu memutuskan perselingkuhan yang telah terlanjur terjadi.

 Meskipun, tetap upaya pertama untuk membangun pondasi rumah tangga adalah suami dan istri. Tetapi, bantuan akan segera meluncur apabila keretakan telah menyebabkan kehancuran.

Bagi seorang Abah Rahman, menyingkirkan pelaku perselingkuhan dan penyebabnya, bisa dilakukan dengan mudah. Hal yang bagi orang biasa tidak akan dapat melakukannya.

Perselingkuhan menyebabkan banyak kehancuran. Baik itu kebahagian pernikahan itu sendiri, maupun luka yang akan membekas pada masing-masing anggota keluarga.

Abah tidak akan segan-segan memutuskan perselingkuhan sebagai penyebab kehancuran. Abah akan sangat mampu membalikkan kehancuran bagi yang telah bermain-main dengan ikatan suci pernikahan.

Namun Abah tetap mengingatkan, sebelum segala ketidakbaikan mengunjungi, adalah peran suami dan istri untuk tetap memahami peran masing-masing.

Adalah sebuah buku yang Abah Rahman rekomendasikan untuk dibaca dan diresapi bacaannya, bisa sebagai pegangan. Agar kelak dapat mawas diri untuk tetap menjaga dan membangun rumah tangga dengan bahagia.

Sebuah buku yang berjudul “Menari di Atas Air”, sang penulis buku mengatakan bahwa pernikahan adalah sebuah bangunan yang unik. Tatanan bangunan itu tidak hanya terdiri dari bata kebahagiaan dan keceriaan.

Bata kekecewaan pun turut mengambil bagian dalam pembangunan rumah tangga, bahkan lambat laun mulai mendominasi bagunan tersebut. Lalu

apa yang harus dilakukan agar rumah tersebut tetap menjadi kokoh dan kuat?

Meskipun pernikahan juga dibangun di atas bata kekecewaan, bukan berarti kebahagiaan tidak bisa ditata dari bata tersebut. Ternyata ada rahasia untuk membuat bangunan itu terlihat indah. Kuncinya adalah dengan menggunakan semen berjudul KASIH. Dengan menggunakan kasih sebagai perekat, lambat laun bangunan itu akan terlihat indah dari luar dan dalam. Saat suami dan istri belajar menerapkan kasih yang bersifat unconditional, luka-luka dalam pernikahan akan dibalut dan dipulihkan dengan tuntas.

Biarlah cinta bertindak dan menjadi perekat utama dalam sebuah pernikahan. Luangkan waktu untuk memahami dan mempelajari bahasa kasih dari setiap anggota keluarga. Mari membangun rumah tangga yang kokoh, dengan semen perekat bernama kasih.

Abah Rahman menganalogikan sebuah cerita tentang keyakinan seseorang kala menghadapi satu persoalan yang sangat mendesak.

Seseorang itu adalah seorang kawan yang berinisiatif mendatangi  Abah agar dapat membantunya.

Ceritanya adalah betapa bahagianya ia karena anaknya lolos dalam ujian saringan masuk dalam salah satu Perguruan Tinggi terbaik negri ini.

Bahagia, yang bercampur dengan kebingungan  mengenai biaya masuknya.

Seperti yang semua orang akan lakukan, ia pun berusaha ke sana ke mari untuk mengumpulkan uang. Sayang, sampai pada hari terakhir, masih belum berhasil menggenapkan kewajibannya. Dengan sedih namun tak berputus asa, ia menghadap pihak kampus, berharap diberikan sedikit waktu lagi untuk melunasi. Lalu terkabullah harapan itu.

Selama tenggang waktu, yang dilakukan juga layaknya seorang normal yang diberi deadline; berusaha mati-matian tanpa kenal lelah. Apapun ia usahakan, demi masa depan sang buah hati tersayang. Namun lagi-lagi, waktunya kurang. Sampai pada hari-H, uangnya masih belum cukup.

Lalu apa yang terjadi? Bantuan 'ghaib' pun tiba. Seorang kerabat mengabarkan baru menjual rumah, dan ia bisa meminjamnya sedikit untuk menutupi kekurangan. Ia pun bergegas ke kampus, tepat satu jam sebelum kasir ditutup!

Menegangkan, ya? Begitulah ujian. Sang Maha Kuasa ingin melihat sikap kita, di saat-saat terakhir di tepi jurang. Akankah kita senantiasa berikhtiar, dengan sikap positif dibarengi keberserahan? Jika iya, di situlah pertolongan datang. Apapun bentuknya, yang pasti bertujuan demi kebaikan kita.

Begitulah sekiranya bentuk bantuan yang akan Abah Rahman berikan. Jika itu menyangkut permasalahan hidup apa pun. Apalagi tentang persoalan dalam berumahtangga yang harus menyingkirkan perselingkuhan jika telah terlanjur terjadi.
Abah Rahman siap di SMS atau di Chat di nomor WA 0813 7630 6023. (dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru