SUMUT

NASIONAL

Karam di Perairan Tanjungtiram, 3 Dari 11 ABK Masih Hilang

Sabtu, 25 Januari 2020 | 21.29 WIB
Kali Dibaca |


Batu Bara-Metrokampung.com
Begitu memperoleh informasi satu unit boat pukat apung nelayan asal Asahan telah karam di perairan Tanjung Tiram Batu Bara, tim Basarnas Pos Tanjung Balai Asahan bekerjasama dengan TNI AL langsung melakukan pencarian.

Hasilnya,  8 dari 11 ABK boat pukat apung yang dinakhodai Nasib Sitorus berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

Sementara 3 ABK boat pukat apung yang dikabarkan karam setelah mengalami kebocoran lambung masih dinyatakan hilang.

Pencarian tiga ABK lainnya masih terus dilakukan hingga malam ini yang dipusatkan di sekitar perairan Tanjung Tiram Batu Bara.

Informasi yang diterima media dari Basarnas Pos Tanjungbalai-Asahan, Sabtu (25/01/2020), boat nelayan tersebut berangkat dengan 11 awak termasuk nakhoda dari perairan Asahan.

Namun, sampai di perairan Tanjung Tiram, Jum’at malam, boat tersebut dikhabarkan mengalami kebocoran lambung dan langsung tenggelam.

“Sekitar jam 23.00 Wib, lambung kapal bocor sehingga masuk air dan kapal tenggelam di sekitar perairan Tanjung tiram, semua ABK kapal melompat  ke air,” kata Korpos Basarnas Tanjungbalai-Asahan, Sukroadi Sastrawijaya, melalui anggota tim, Romy.

Tim Basarnas yang menerima informasi segera bergerak ke lokasi sejak Jum’at malam dan saat ini sudah menemukan 8 dari 11 awak kapal, sementara 3 lainnya masih dalam pencarian dibantu personel TNI AL.

Informasi yang diterima, 8 awak boat yang sudah ditemukan dalam keadaan selamat adalah Nasib Sitorus (Nahkoda), Samsul Bahri (KKM) dan 6 ABK, masing-masing Sinaga, Tison, Jon Siahaan, Erlan, Elci dan Agus.

Sementara itu, 3 ABK yang masih belum ditemukan dan  dalam pencarian adalah Izal, Hesron Sitohang dan Fajar.

Satu unit boat pukat apung dilaporkan  telah karam di sekitar perairan Tanjung Tiram, Batu Bara, Jum’at (24/01/2020) kemarin.

Salah seorang keluarga korban bernama Maruli Sitorus, yang berhasil dihubungi media, Sabtu (25/01/2020) malam mengatakan, boat nelayan tersebut berangkat sejak Kamis (23/1/2020).

“Kejadiannya semalam, Jumat (24/01/2020). Saya keluarga salah satu awak yang belum ditemukan, Hesron Sitohang (56). Korban tinggal di Kecamaatan Simpang Empat, Asahan,” sebutnya sembari berharap agar Hesron dan teman-temannya bisa segera ditemukan.

Saat ini, Tim SAR dilaporkan sudah menghentikan pencarian untuk sementara dan melanjutkannya kembali Minggu (26/01/2020) pagi.(ea.ps/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru