SUMUT

NASIONAL

Pamit Hendak Kerja, IS Ditemukan Tewas Gantung Diri

Kamis, 02 Januari 2020 | 20.20 WIB
Kali Dibaca |

IS : Ikmal Sumawan

Batu Bara-Metrokampung. com
Sempat pamit pada istri hendak  merantau mencari kerja namun diduga akibat tidak sanggup menanggung beban ekonomi, seorang laki-laki yang sehari-harinya mocok-mocok nekad mengakhiri hidupnya di pohon mangga milik tetangga.

Peristiwa tersebut terjadi, Kamis (02/01/2020) sekira pukul 13.00 Wib di ladang sawit milik Susanto (42) di  Dsn. I Ds. Benteng Jaya Kec. Sei Balai Kab. Batu Bara warga Dsn. III Ds. Benteng Jaya Kec. Sei Balai Kab. Batu Bara.

Korban IS  (32) warga Dsn. III Ds. Benteng Jaya Kec. Sei Balai Kab. Batu Bara ditemukan istri dan anaknya dalam posisi tergantung di pohon mangga.

Informasi yang dihimpun, pada hari kejadian sekira pukul 08.00 Wib korban memberitahu istrinya Suniah (32) keluar rumah untuk  memanen sawit milik D. Sitompul (50)  warga Dsn. III Ds. Sei Balai Kab. Batu Bara.

Setelah selesai memanen sawit korban pulang kerumah dan kembali lagi keluar mengambil uang sawit hasil panen. Korban  kembali kerumahnya dan menyerahkan upah hasil memanen sawit sebesar Rp. 20.000  kepada istrinya.

Selanjutnya  korban minta ijin kepada istrinya untuk pergi bekerja ke Simodong.

Namun sebelum berangkat ke Simodong korban bersama istri dan seorang anaknya berusia 7 tahun duduk-duduk dibelakang rumah.

Korban kemudian pergi kebelakang di ladang sawit milik Susanto namun setelah ditunggu hampir 1 jam korban  tidak kembali kerumah.

Penasaran, anaknya mendatangi korban dan melihat korban sudah berada di pohon mangga.

Karena heran, anak korban memberitahukan  keberadaan korban kepada ibunya.
"Mak, ngapain Bapak manjat pohon mangga", ujar sang anak.

Mendapat laporan anaknya, istri korban bersama anaknya kembali keladang sawit dan melihat korban sudah tergantung tidak bernyawa.

Melihat suaminya tergantung, istrinya menjerit histeris dan berlari menemui Surianto dan Sumarni tetangga mereka.

Warga yang mengetahui korban gantung diri segera berhamburan ke TKP dan sebagian menghubungi polisi.

Dibantu warga, anggota Polsek Labuhan Ruku yang tiba di TKP segera menurunkan jenazah korban.

Kapolsek Labuhan Ruku AKP Mhd. Iskad, S.H, Kamis (02/01/2020) membenarkan peristiwa tersebut. Dikatakan
dari hasil penyelidikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Pihak keluarga juga keberatan untuk dilakukan VER dan telah mengikhlaskan dengan membuat surat pernyataan. (ea.ps)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru