SUMUT

NASIONAL

Hidup Heri dan Rekan Berantarakan Gegera Corona

Jumat, 20 Maret 2020 | 14.11 WIB
Kali Dibaca |

Heri dan isterinya Wiwil serta anaknya hanya bisa meratapi nasib karena usahanya di taman buah tutup.

Lb Pakam, metrokampung.com
Virus carona (covid-19) sangat berdampak terhadap pelaku UKM (Usaha Kecil dan Menengah).Salah satunya UKM yang membuka usaha kuliner di Objek Wisata Taman Buah,Deli Serdang.

Betapa tidak, taman buah yang berada di komplek perkantoran Pemkab Deli Serdang itu telah ditutup mulai tanggal 17 Maret 2020.Hal itu dilakukan Pemkab setempat sebagai bentuk kewaspadaan dini covid-19.Bukan hanya taman buah,tapi kolam renang dan musium daerah itu juga ditutup secara serentak.

Akibatnya, 23 UKM yang bergerak dibidang kuliner di taman buah kebanggaan masyarakat Deli Serdang itu harus "gulung tikar" sampai batas yang belum ditentukan.Tak ayal,wajah-wajah layu dibalut keresahan memikirkan kebutuhan hidup juga tersirat dari tarikan nafas mereka.

Salah satunya, Heri (45) dan isterinya yang sudah 4 tahun lebih membuka usaha ayam penyet di lokasi tersebut.Meski lokasi tempat dia menggantungkan hidup telah ditutup,tapi saban pagi bapak empat anak ini terus datang,meski hanya untuk bersih-bersih lapaknya.

Usai membersihkan lapak,Heri duduk termenung dikursi.Raut wajahnya terlihat sangat kusut,seperti hilang semangat.Malah ketika disapa penulis,dia hanya memberi seyum yang dipaksakan.

"Loh,kok melamun bang?.Ia tak langsung menjawab,kecuali menggelengkan kepala dengan sedikit senyum.Setelah merasa nyaman dengan kehadiran penulis,barulah suami Wiwik Marnik ini mulai membuka cerita.

"Saya gak tau lagi bang mau jualan dimana.Selama bertahun-tahun saya dan isteri sudah berjualan disini untuk menghidupi anak dan sekolahnya.Mau pindah kelokasi di komplek perkantoran lainnya,sudah ada yang jualan," kata Heri,Jumat (20/3/2020).

Lantas pandangannya terlihat kosong tak berujung.Sementara kedua kakinya dilongsorkan begitu saja tanpa ada gerakan.Perlahan-lahan kepalanya menunduk,seolah mengambarkan beban yang dipikulnya semakin berat.Bahkan,rokok yang tinggal setengah batang terselip dijari kanannya sampai terjatuh.Kemudia dia pungut dan kembali mengisapnya.Sesaat kemudian dia alihkan kembali pandangan kepada penulis.

"Yang saya pikirkan bagaimana biaya hidup dan kebutuhan anak besok,bang. Ini saja sudah empat hari gak jualan.Utang di koperasi juga masih ada,"papar Heri sambil menarik nafas panjang.

Suasana semakin haru karena mata sang isteri yang duduk disebelahnya mulai berkaca-kaca dan akhirnya menetas.Meski Wiwik sudah berupaya menghapus,tapi air mata kepedihan itu terus mengucur.Digitnya bibir bawah untuk menahan suara tangis.Namun saat berbicara,suaranya bergetar.

"Anak kami lima yang harus kami hidupi.Usaha lainya gak ada.Kalau hal seperti ini berkepanjangan,tak tau lagi mau berbuat apa,"ujar Wiwik sambil mengusap kembali air matanya.

Heri bercerita, kalau ia dan pelaku UKM lainnya tak menyalahkan Pemkab Deli Serdang yang telah menutup Objek Wisata Taman Buah guna mengantipasi peredaran virus carona.

Hanya saja,dia berharap kiranya Pemkab Deli Serdang memberi kebijakan dengan kembali membuka Objek Wisata Taman Buah pada awal April mendatang.Mereka (UKM) melalui koperasi siap penerapkan protokoler Kementerian Kesehatan.Seperti menyiapkan handsanitizer,serta satu kursi satu meja.Dan setiap pengujung yang masuk wajib mendapat pengawasan petugas.Sehingga pelaku UKM bisa bertahan hidup.

Mantan anak brandalan ini menjelaskan, awal mulanya dia dan rekannya berjualan di lokasi taman buah tanpa konsep dan managemen yang jelas.Bahkan,makanan dan minuman yang dijual tidak mengikuti prosedur kesehatan maupun label halal.

Tapi sejak mereka membentuk koperasi bernama "Usaha Kecil Mandiri" yang digagas Dinas Koperasi dan UKM Deli Serdang,barulah mindset mereka berubah dari usaha pinggir jalan menuju usaha modern.Terlebih,pembina koperasi mereka sengaja mendatangkan seorang waiters berpengalaman dari Jakarta guna menularkan ilmunya kepada waiters yang ada di taman buah.

"Tapi itulah,disaat kami makin berbenah,wabah virus carona meruntuhkan hidup dan usaha kami dengan seketika.Kami orang kecil gak tau lagi harus berbuat apa.Mudah-mudahan lah ada solusi buat kami,"harapnya sambil memeluk lembut anaknya yang masih kecil.(dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru