SUMUT

NASIONAL

Barang Elektronik Ditarik, Warga Lubuk Semut Mengadu ke Perlindungan Konsumen Kepri Satu

Kamis, 02 April 2020 | 17.44 WIB
Kali Dibaca |


Karimun, metrokampung.com
Warga Kelurahan Lubuk Semut Karimun meresa kesal atas toko 899. Barang elektronik yang di SH berupa 1 unit Tv LG 43 yang kredit ditarik oleh toko, anehnya barang yang ditarik 1 unit Hp, 2 unit kasur  tidur dan 1 unit lemari," kata SH, (17/3).

Laporan yang disampaikan SH pada Perlindungan Konsumen Kepri Satu mengatakan awalnya saya beli TV Merk LG di toko 899 di Sungai Raya Karimun dan setelah menunggak pihak toko yang dari furniture  toko Master menelpon abang supaya TV menunggak diserahkan ke pihak toko master kalau sudah balik dari paud dan setiba di rumah karyawan toko master sudah mengangkut TV LG menggunakan armada pikap," ujarnya dengan singkat.

 Lanjut SH, seminggu kedepan tamu tak diundang yang mangaku dari toko 899 datang kerumah saya bertujuan menarik TV 43 merk LG dengan penjelasan dan memberitahukan TV udah diangkut toko master dua wanita dari toko 899 manyita seluler saya merk Advan 1 unit, kasur 2 unit dan 1 unit lemari  karna itu lah makanya saya datang ke  perlindungan konsumen ini," katanya SH dengan kesal.

Menggapai adanya barang elektronik yang ditarik paksa, awak media konfirmasi ke kantor Perlindungan Konsumen Kepri Satu Karimun, Jantro Butar-butar selaku Ketua Pelindungan Konsumen di Karimun membenarkan kejadian yang dialami SH, ya memang benar ada warga Lubuk Semut datang ke kami buat laporan.


Jantro menceritakan lagi, bahwa konsumen yang semena-mena diperlakukan oleh pihak pengusaha suatu tindakan yang melanggar Undang Undang No. 8 tahun 1999 dan kasus seperti ini sudah sering kami selesaikan dan pihak pengusaha sungguh aneh, konsumen kredit TV kok yang disita HP, lemari dan kasur. Apa dia perlu disekolahkan mengenal hukum yang ada di Indonesia ini atau pihak pengusaha menunjukan premanismenya.

Perusahaan /toko yang dia miliki jelas tak memiliki sertifikat fidusia dan ini sudah saya konfirmasi, kalau memang konsumen lalai atau belum punya uang bisa dikasih masukan secara kekeluargaan jangan main tarik barang dan sebagai perlindungan konsumen kami akan dampingi persoalan ini," ungkap Jantro dengan tegas.

Menanggapi hal yang dialami atas ulah toko, awak media, hingga berita ini dimuat, pihak toko 899 belum dapat di konfirmasi.(Marolop/MK)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru