SUMUT

NASIONAL

Wakil Ketua l DPRD Labuhanbatu Kunjungi Warga Korban Puting Beliung di Dusun Talun Manombuk

Minggu, 12 April 2020 | 02.02 WIB
Kali Dibaca |

Wakil Ketua l DPRD Kabupaten Labuhanbatu Abdul Karim Hasibuan, SH bersama Halomoan Panjaitan saat melihat rumah salah satu warga yang terkena angin puting beliung di Dusun Manombuk, Kecamatan Bilah Hulu.

Rantauprapat, Metrokampung.com
Wakil Ketua l DPRD Kabupaten Labuhanbatu Abdul Karim Hasibuan, SH mengunjungi sejumlah warga korban bencana alam angin puting beliung di Dusun Talun Manombuk, Desa Bandar Tinggi, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sabtu (11/4/2020) siang.

Dalam kunjungan tersebut, Abdul Karim Hasibuan, SH didampingi istri dan Ketua Lembaga Bantuan Hukum Bela Rakyat Indonesia (LBH-BRI) Halomoan Panjaitan, SH MH ingin mengetahui kondisi dusun yang terkena dampak dari bencana alam tersebut.

Kedatangan Wakil ketua l DPRD Labuhanbatu itu disambut baik oleh tokoh masyarakat setempat. Bahkan, warga sangat tersanjung atas kedatangan rombongan tersebut, karena selain bentuk rasa simpati, Bapak Abdul Karim juga mengupah-upah (Memberi semangat dalam istilah daerah Labuhanbatu) kepada tokoh masyarakat di dusun itu.



"Kami kemari untuk melihat seberapa besar dampak yang ditimbulkan angin puting beliung yang menghamtam dusun ini beberapa hari yang lalu. Ternyata, setelah kami lihat, ada beberapa rumah warga yang rusak berat, serta tanaman warga yang rusak. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa itu," kata Abdul Karim kepada wartawan di lokasi.

Karim berharap kepada pihak Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu lebih memperhatikan masyarakat terhadap dampak yang ditimbulkan bencana alam yang terjadi di Dusun Talun Manombuk, Kecamatan Bilah Hulu tersebut.

"Sudah seharusnya pihak Pemkab Labuhanbatu datang untuk meninjau lokasi terjadi bencana alam ini. Selain itu, pihak pemerintah melalui BMKG juga harus memastikan terjadinya cuaca buruk yang akan terjadi setelah peristiwa ini. Agar masyarakat tidak terlalu was-was ada bencana susulan," pungkasnya.

Anggi, salahseorang warga setempat kepada wartawan mengatakan bahwa, kejadian angin puting beliung itu terjadi pada, Kamis (8/4/2020) kemarin. Menurutnya, angin kencang yang disertai hujan lebat mengakibatkan sejumlah rumah warga rusak berat. Namun, tidak ada korban jiwa.

"Kejadiannya, sebelum maghrib. Kira-kira pukul 17.30 Wib. Selain rumah warga, tiang listrik juga tumbang dan telah diperbaiki. Beberapa Pohon durian tumbang serta parabola warga juga banyak yang rusak. Hingga kini pihak Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu belum ada datang ke Dusun ini untuk melihat," ujarnya.

Senada dikatakan Timbul Ritonga. Pada saat kejadian, warga berteriak keluar rumah dan berkumpul di luar. Karena sejumlah atap seng rumah warga terangkat keatas, kemudian pepohonan kelapa sawit juga banyak yang rusak.

"Warga berteriak kiamat, kiamat. Ada juga yang mengumdangkan Azan. Kami melihat angin kencang itu seperti berputar menggulung pepohonan. Sehingga banyak pohon yang rusak. Termasuk pohon durian yang telah ada ratusan tahun di dusun ini," ungkapnya.

Kini sebagian warga, kata Timbul, telah memperbaiki atap rumah dan dinding mereka yang rusak akibat peristiwa tersebut. Dan beberapa warga juga telah menebang pohon kelapa sawit yang rusak.

"Kami berharap, pemerintah setempat dapat memberikan perhatian terhadap korban bencana alam ini. Karena warga banyak mengalami kerugian materil di dusun ini," harapnya.

Pantauan wartawan, aktivitas warga di dusun Talun Manumbuk pasca bencana alam angin puting beliung beberapa hari yang lalu, kini telah berjalan dengan normal kembali.

Sementara, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Labuhanbatu Atia saat dihubungi wartawan mengaku tidak turun ke lokasi untuk meninjau. Karena menurutnya, belum ada laporan resmi dari warga dan juga Kepala Desa setempat.

"Kami telah mendengar kabar terjadinya bencana alam tersebut dari media online. Pihak BPBD Labuhanbatu tidak turun meninjau kesana karena tidak ada laporan secara resmi dari warga maupun kepala desa. Kata kepala desa setempat, mereka mampu mengatasinya," kata Atia. (AL/MK)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru