SUMUT

NASIONAL

4 Emak-Emak Datangi Kantor Bupati Deliserdang Pertanyakan Uang Rp 600 Ribu dan Pembagian Sembako

Kamis, 07 Mei 2020 | 20.00 WIB
Kali Dibaca |

Camat Percut Seituan, Khairul Azman Harahap ketika memberi penjelasan kepada keempat emak-emak.

Lb Pakam, metrokampung.com
Empat orang emak-emak yang berasal dari Desa Medan Estate Kecamatan Percut Seituan mendatangi kantor Bupati Deliserdang, Selasa, (5/5/2020). Keempatnya  Siti Maysarah, Agustina Wati, Novita Sari dan Evilea Nasution.

Di antara empat orang ini tiga orang mengaku sebagai janda dan hanya Agustina Wati yang masih mempunyai suami.

Mereka datang ke kantor Bupati dengan maksud mempertanyakan bagaimana mekanisme pembagian paket sembako yang dilakukan oleh Pemerintah.

Keempatnya mengaku kesal karena sampai saat ini mereka belum ada mendapatkan bantuan. Dianggap kalau mereka adalah orang yang layak menerima bantuan karena dari pihak swasta saja mereka mengaku sudah dua kali mendapatkan bantuan.

Saat datang ke kantor Bupati mereka langsung mengarah ke gedung aula Cendana yang menjadi posko Gugus Tugas.

Saat itu satu diantaranya langsung bertanya kepada staf dan mempertanyakan informasi tentang bantuan Rp 600 ribu yang akan diberikan kepada Presiden Jokowi.

"Bu kalau tanya tentang bantuan Jokowi dimana ya?,"kata Novita Sari kepada staf.

Mengetahui yang datang adalah warga Kecamatan Percut Seituan saat itu staf di kantor Bupati pung langsung mengarahkan agar persoalan bisa ditanyakan langsung kepada Camat mereka, Khairul Azman Harahap yang kebetulan juga ada di posko untuk mengikuti kegiatan rapat.

Melihat kedatangan warganya ke kantor Bupati Khairul pun sempat kaget dan selanjutnya mengajak empat orang emak-emak itu sedikit bergeser dari depan pintu posko.

Banyak hal yang disampaikan oleh mereka kepada Khairul saat itu. Satu persatu mereka menjelaskan sengaja nekad mendatangi kantor Bupati karena tidak percaya dengan kepemimpinan Kepala Dusun maupun Pelaksana Tugas Kepala Desa. Mereka heran mengapa bisa orang lain yang mendapatkan bantuan padahal mereka adalah janda dan orang yang memang tidak mampu.

"Kami bukan orang senang kali pak. Waktu ada pembagian kami tanya saja langsung Kadus nya jawab enggak ada nama kalian di sini, kalau ada kan kami panggil. Ya sayakan hanya bertanya masa seperti itu jawabnya. Kami tiga orang ini janda pak masa tidak dapat,"ucap Evilea Nasution.

Tidak sampai di situ, Novita Sari sempat mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang ia terima dari temannya bahwa sebenarnya bantuan itu dibagi secara merata bukan dipilih-pilih.

Disebut yang terjadi di desa nya bantuan sembako dipilih-pilih orangnya dan untuk di dusunnya hanya ada 40 orang yang menerima.

"Kata kawan ku yang kerja di gugus tugas di Medan sebenarnya bantuan sembako dibagi merata. Di desa kami bantuannya dibagi dua. Tapi walaupun dibagi dua kami juga enggak dapat. Masa enggak ada dapat bantuan kami karena kami pun sekarang susah pak,"kata Novita Sari.

Walaupun yang dihadapi adalah emak-emak namun saat itu Khairul tampak begitu tenang setelah mendengarkan apa yang menjadi keluhan keempat orang warganya itu. Ia pun sempat mencatat satu persatu nama mereka dan dijanjikan akan dikoordinasikan sama pemerintahan desa.
Disebut Pelaksana Tugas Kades Medan Estate saat ini adalah anggotanya Putra Dalimunte yang juga sebagai Kasi Trantib Percut Seituan.

"Kalau memang layak ibu pasti lah ibu nanti akan masuk daftar. Ini masih akan ada lagi bantuan yang akan disalurkan lagi ke masyarakat. Kalau sayakan tidak mengetahui pasti siapa ibu apakah berhak mendapatkan atau tidak yang paling tahu itu ya Kadus. Nanti akan saya sampaikan dan pertanyakan lah. Enggak semua orang bisa mendapatkan bantuan karena keuangan Pemkab itu juga terbatas makanya yang dibantu yang paling berdampak,"kata Khairul.

Iapun sempat mematahkan apa yang disampaikan oleh Novita Sari yang mengatakan bahwa pembagian sembako di daerah Medan dibagi secara merata.

Menurutnya itu tidak lah benar karena pada dasarnya orang yang mendapatkan bantuan haruslah yang tepat sasaran.

"Salah informasi itu ibu kalau dibagi secara merata di sana. Kalau Pemkab menyampaikan ke masyarakat bantuan sesuai yang di programkan. Beras 20 kilogram dan telur 60 butir. Itu tidak boleh dibagi-bagi, siapa yang terdaftar menerima itulah yang mendapatkan. Kalau bantuan dibelah itu bukan dari Pemerintah tapi yang menerima itulah yang membagikan lagi untuk yang lain karena ada yang tidak dapat. Kalau ibu sudah pernah dapat bantuan yang dari swasta ya bersyukur lah karena ada juga orang yang tidak dapat,"kata Khairul.

Meski mengaku sebagai warga yang kekurangan namun pada saat itu beberapa orang yang ada di kantor Bupati tidak semuanya yang menaruh simpati pada mereka. Hal ini lantaran saat datang ke kantor Bupati tampilan mereka sedikit mencolok.
 Selain berpenampilan memakai cincin dan jam tangan ada di antara mereka yang memakai seperti berlian digigi.

Setelah mendapat penjelasan dari Khairul mereka pun baru pulang ke rumah dengan mengendarai sepeda motor.(dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru