SUMUT

NASIONAL

Kades Main Pecat Parades Disoraki Warga

Jumat, 01 Mei 2020 | 13.22 WIB
Kali Dibaca |

Ketua dan anggota Komisi I DPRD Batu Bara dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pemberhentian 16 parades.

Batu Bara, metrokampung.com
Dipenghujung Rapat Dengar Pendapat RDP) antara Komisi I DPRD Batu Bara dengan Perangkat Desa (Parades) Sei Simujur dan Pemkab Batu Bara,  Camat Laut Tador memerintahkan Kades Sei Simujur membatalkan SK pemberhentian 16 perangkat desanya.

Bersama dengan pembatalan SK tersebut, kades juga diperintahkan untuk mengaktifkan kembali parades yang diberhentikannya.

Hasil tersebut diperoleh setelah RDP yang dipimpin Ketua Komisi 1 I Azhar Amri yang digelar di ruang paripurna dewan, Kamis (30/4/2020).

Peserta RDP dari Komisi I DPRD maupun dari Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Batu Bara, Camat Laut Tador, Kadis PMD dan Kabag Hukum Setdakab Batu Bara jengkel dengan sikap dan perkataan kades yang selalu membenarkan alasannya memberhentikan seluruh paradesnya.

Camat Laut Tador Adil Hasibuan mengaku kades ada berkoordinasi dengan camat perihal penggantian parades.

Namun Camat minta Kades agar saat ini fokus tangani covid-19 dulu sesuai Surat Edaran Bupati tanggal 31 Maret 2020 yang melarang kades mengganti paradesnya.

Berdasarkan Surat Edaran Bupati tentang penggantian parades diperbolehkan 3 bulan setelah pelantikan kades yang berlangsung akhir Desember tahun lalu.

"Namun penggantian harus sesuai peraturan yang berlaku", tegas Camat.

Sebelumnya, Sekretaris PPDI Kabupaten Batu Bara Ariyanto dalam laporannya telah meminta Kades Sei Simujur membatalkan SK pemberhentian parades lantaran prosesnya menabrak aturan serta mengembalikan parades pada posisi tugasnya masing-masing.

Demikian pula Dinas PMD melalui Sekretaris Dinas Elizar menilai penggantian parades Desa Sei Simujur tidak sesuai peraturan yang berlaku seperti Permendagri No 67 Tahun 2017 serta tidak memiliki rekomendasi tertulis dari Camat.

Senada, Kabag Hukum Setdakab Rahmad Sirait mengatakan tidak ada celah bagi Kades memberhentikan parades terlebih telah ada SE Bupati yang melarang Kades melakukan penggantian parades dalam situasi darurat Covid-19.

Pada tanggapannya, Sarianto Damanik yang merupakan satu dari 7 anggota Komisi I yang hadir justru menyesalkan diabaikannya kesepakatan yang telah dibuat bahwa Kades harus membatalkan SK pemberhentian namun tidak dilaksanakan.

"Kenapa harus ke Komisi I. Turunkan saja sanksi kepada kades yang tidak patuh. Saya minta Pemkab tegas dalam hal ini agar tidak terulang lagi di desa yang lain," ucap Sarianto.

Tanggapan lebih menohok diberikan anggota Komisi I lainnya, Citra Muliadi Bangun.

Politisi PKS tersebut mengingatkan apa yang sudah diberlakukan dengan desa sebelumnya yang mengganti parades melanggar prosedur, Citra minta kades mengembalikan jabatan parades yang diberhentikan.

"Kembalikan SK mereka seperti semula," tegas Citra.

Sama halnya anggota Komisi I DPRD Batu Bara, Usman Yatim. Menurutnya Permendagri No 67 Tahun 2017 merupakan regulasi hukum tentang pengangkatan dan pemberhentian parades.

"Jalankan prosesnya sesuai mekanisme, peraturan itu tidak bisa tawar-tawar," tegas Usman.

Kesimpulan RDP, Ketua Komisi I Azhar Amri minta
semua pihak duduk bersama membicarakan masalah penggantian parades.

"Kalau sudah ada kesepakatan sebelumnya untuk membatalkan SK, kenapa tidak dilaksanakan", ujar Azhar.

Uniknya, entahkah tidak paham tentang mekanisne penggantian parades, Kades Sei Simujur Sutimin tetap keukuh pada pendiriannya karena menganggap penggantian tersebut sudah sesuai SE Bupati.

Enteng saja kades yang mendapat sorakan dari masyarakat yang hadir sesumbar berucap penggantian parades adalah hak prerogatifnya selaku kades.

"Saya melaksanakan penggantian mengacu SE Bupati yang memperbolehkan setelah 3 bulan dilantik sebagai kades. Setelah 3 bulan saya laksanakan penggantian seperti yang saya rencanakan," ucapnya sehingga mendapat teguran dari Ketua Komisi I yang memimpin RDP.

"Pak Kades, batas usia yang bapak sebut 20 - 42 tahun itu untuk pengangkatan parades, bukan pemberhentian. Kalau pemberhentian usia parades sudah genap 60 tahun," sembur Azhar Amri meluruskan.

Akhirnya setelah mendapat pertimbangan dari Komisi I dan Kabag Hukum Setdakab, Camat Laut Tador akan memanggil kades secepatnya dan membatalkan SK pemberhentian parades yang dibuat oleh kades.

"Secepatnya saya akan surati kades untuk membatalkan SK pemberhentian 16 paradesnya," tegas Camat Adil. (In/dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru