SUMUT

NASIONAL

Menolak Dititipi Mesin Dingdong Rumah Wasek KB FKPPI Dihancuri BD Sabu

Senin, 18 Mei 2020 | 10.15 WIB
Kali Dibaca |

Kondisi rumah Ari usai diobrak abrik oleh Wy oknum bandar sabu.

Percut, metrokampung.com
Ari Rahman Hasibuan tak lagi bisa tinggal di rumahnya di Gang Kuini, Pasar 7 Tembung, Deliserdang.

Sebab rumah yang ditempati Wakil Sekretaris KB FKPPI Rayon Percut Seituan itu telah dirusak oleh Wy yang disebut-sebut bandar sabu. Bahkan Ari juga diancam bunuh.

Penyebabnya sepele. Ari Rahman Hasibuan menolak rumahnya dijadikan lapak judi dingdong oleh Wy.

Diceritakan Ari, kejadian bermula selama seminggu rumahnya kerap didatangi Wy. Kepada pemilik rumah, Wy memaksa menitipkan mesin judi dindong miliknya di rumah Ari.

Isi rumah Ari tak lagi beraturan usai rumahnya dimasuki Wy oknum bandar sabu.

Sayang, permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Ari. Wy berang. Iapun mengancam akan membuat Ari  tidak betah tinggal di rumahnya.

Teror pun dijalankan. Setiap malam sekering listrik rumah Ari dipadamkan.

Karena terus didesak dan diancam, akhirnya Ari yang telah yatim piatu itu menyerah. Dengan berat hati Ari menerima permintaan Wy.

Begitu mesin judi dingdong ditarok di rumahnya, Ari pun diberi imbalan Rp 150 ribu.

Sejak mesin judi dingdong di rumahnya, Ari tak lagi merasa nyaman. Lima hari berjalan, Ari menghubungi dan menceritakan apa yang dialaminya kepada kerabatnya seorang polisi tugas di Polres Deliserdang.

Kerabat Ari yang polisi itu kemudian menghubungi Wy melalui hape untuk segera mengeluarkan mesin judi dingdong dari rumahnya Ari.

Namun permintaan itu gak diterge sama sekali oleh Wy. Wy malah balik mengancam akan membuat resah Ari hingga  tidak betah tinggal di rumahnya. Ari kemudian mengembalikan uang Rp 150 pemberian Wy yang pernah diterimanya.

Keluarga Ari bersama Babinsa dan Kepling kemudian menggerebek lapak mesin judi dingdong dan membawanya ke Mapolsek Percut.

Kesal karena mesin 'duitnya" digrebek. Wy tidak tinggal diam. Iapun membalas dengan melempari rumah Ari termasuk petugas yang tengah membawa mesin dindong miliknya tersebut.

Petugas dihujani batu oleh Wy bersama rekan-rekannya dari arah rel kreta api. Akhirnya petugas memilih mundur dari serbuan batu Wy.

Sementara Ari memilih sembunyi dan tak menampakan diri karena situasi semakin memanas.  Seminggu Ari meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong. Belakangan Ari mendapat kabar dari tetangganya kalau rumahnya telah diobrak abrik oleh Wy dan teman-temannya.

Untuk memastikan kebenaran rumahnya telah dibongkar Wy, Ari pulang ke rumahnya ditemani kepling. Ternyata kabar kepulangan Ari tercium oleh Wy.

Lagi rumah Ari dihujani batu oleh Wy dari rel kreta api. Takut terjadi apa-apa dengannya Ari cepat-cepat meninggalkan rumahnya yang isinya telah porak poranda karena dimasuki Wy tanpa seizinya.

"Kata Ketua Rayon ku, Bang Hanafi aku disuruh lapor polisi,"jelas Ari. Iapun masih mempertimbangkan saran tersebut. (tim/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru