SUMUT

NASIONAL

Kadiskes Batu Bara Menolak Dikonfirmasi Wartawan Soal Covid

Jumat, 17 Juli 2020 | 16.39 WIB
Kali Dibaca |

Wartawan Fadli Pelka (kiri) dan juru bicara (GTTP) Covid 19 ,dr Wahid Khusairy (kanan).
Batu Bara, metrokampung.com
Kadis Kesehatan Batu Bara yang juga juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Batu Bara itu menolak dikonfirmasi terkait dugaan salah seorang warga terpapar covid-19.

"Usah konfirmasi lagilah biar aja berjalan alami," jawab Wahid menolak dikonfirmasi wartawan.

 Alhasil wartawan pun berang dengan ucapannya.

"Kok gitulah sikap Kadis Kesehatan Batu Bara dr Wahid Khusairy. Masak dikonfirmasi wartawan dia (Kadis) bilang seperti itu. Kalau gak mau dikomfirmasi sebaiknya usah angkat telepon, jadi gak bikin kesal. Mungkin karena dia bukan orang Batu Bara itu ya, gak bagus etikanya", kata Fadly Pelka, salah seorang wartawan dari group Wappres Batu Bara usai mendengar statemen Wahid menjawab konfirmasi wartawan, Jum'at (17/7/2020).

Tujuan wartawan konfirmasi kepada kadis karena adanya informasi yang menyebutkan salah seorang warga Dusun V,  Desa Tanjung Kasau, Kecamatan Laut Tador, Batu Bara berusia 57 tahun dicurigai positif Covid-19. Namun lantaran Wahid terkesan tertutup, sehingga informasi dimaksud gagal didapat.

Setiap Jumat dinas pimpinan Wahid terlihat asik-asik mengusung sejumlah armada lengkap dengan tanki semprot yang digadang-gadangkan cairan disinfektan ke berbagai lokasi di Batu Bara.

Semprotan cairan tersebut dikabarkan bertujuan untuk menghalau penyebaran virus Corona yang sedang menghantui masyarakat di Kabupaten Batu Bara.

"Kalau informasi dampak Covid-19 dianggap Wahid tidak penting, lantas kenapa penyemprotan terus saja dilakukan. Ada apa ini?", tanya Ketua Insan Junalis Batu Bara (IJAB) Sultan Aminuddin menanggapi.

Menurut Sultan, kesan tertutup Wahid dapat menimbulkan kecurigaan jangan-jangan Wahid ragu bila pertanyaan wartawan melebar sampai pada anggaran yang dikelola Dinkes selama penanganan Covid-19.

"Itu perlu juga dipertanyakan agar penggunaan anggaran transparan," pungkas Sultan(tim/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru