SUMUT

NASIONAL

Warga Bunga Rampai Keluhkan Pelayanan PLN

Kamis, 02 Juli 2020 | 19.24 WIB
Kali Dibaca |

Edison Nainggolan warga  Jalan Bunga Rampai VII Gg PGRI Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan. 
Medan, metrokampung.com
Meski sudah 75 Tahun Indonesia merdeka, kemiskinan masih dialami warga Jalan Bunga Rampai VII Gg PGRI Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan dimana masyarakat belum bisa mendapat pelayanan serius dari PLN.

Edison Nainggolan mewakili warga  Jalan Bunga Rampai VII Gg PGRI Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan mengeluhkan seringnya listrik padam diwilayah mereka dan menjadi hal yang rutin.

"Sudah menjadi langganan tiap hari, makanya setiap pagi pusing kepala gara-gara tidak bisa pakai lampu akibat listrik padam. Bahkan sudah jam 8:30 WIB ini tapi belum nyala juga. Tiap hari kami hanya bisa mengeluh dengan pelayan PLN ini," kata Edison, Kamis (02/07/2020).

Ironisnya lanjut Edison meski warga harus merogoh kocek dengan swadaya untuk menambah pembelian beberapa material listrik secara pribadi, namun pihak PLN tidak ada memberikan sedikit keringanan kepada warga.

Apalagi yang menyangkut tagihan listrik. Apabila telat membayar pihak PLN langsung mendenda bahkan mencabutnya, ucapnya.

Sebagai warga dan pelanggan Edison sangat kecewa dengan pelayanan PLN yang dinilai terkesan mengabaikan konsumen dan mementingkan keuntungan sepihak.

"Tidak hanya kecewa kami juga sangat kesal terhadap pelayanan PLN Cabang Pancur Batu. Alasanya selain tiang listrik berbahan besi serta kabelnya dan lampu jalan dibeli secara swadaya oleh masyarakat. Kejadian listrik padam ini yang membuat kami pusing. Sementara PLN hanya menagih tiap bulan, tapi jika telat tinggal cabut," katanya.

Kondisi ini mebuat kami belum merdeka dalam hal pelayanan.
"Buktinya sampai hari ini kami belum bisa menikmati penerangan yang maksimal. Kami seakan dianak tirikan sementara ditempat yang lain sudah disediakan pelayanan listrik yang layak. Hingga tahun 2020 ini kami belum bisa menikmati pelayanan yang layak itu," keluh Edison didampingi beberapa warga sekitar sembari menunjukan kondisi tiang listrik yang dibeli secara swadaya.
Sebagai warga negara Edison dan tetangganya mengaku sedih karena belum mendapatkan pelayanan yang layak.

"Tidak jauh dari komplek kami ini sudah ada tiang listrik beton yang berdiri kokoh dengan kabel besar. Sementara di komplek Jalan Bunga Rampai VII Gg PGRI Kelurahan Simalingkar B ini tak ada satu pun tiang beton. Apa tidak miris kita melihat itu, hanya terlihat tiang mini berbahan besi yang dibeli warga hingga sampai saat ini. Wajar lah kami belum merdeka dalam penerangan," cetusnya.

"Ada sebanyak 8 lebih tiang besi yang kami beli sendiri. Kami minta PLN untuk mengganti dengan tiang beton lengkap dengan kabel yang layak. Jika bisa semua tiang di komplek ini diganti agar pelayanan pemerintah benar hadir ditengah masyarakat," terangya.

Jika masalah ini tidak juga ditanggapi kami akan mendatangi kantor PLN. Kami juga sudah sampaikan keluhan ini ke DPRD Kota Medan. Semoga keluhan kami segera mendapat perhatian," ujarnya. ( Ra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru