SUMUT

NASIONAL

Petani Sawit Tewas Ditimpa Pohon yang Ditebangnya

Minggu, 09 Agustus 2020 | 19.14 WIB
Kali Dibaca |

Pohon sawit yang menimpa tubuh Sapari hingga tewas.
Batu Bara, metrokampung.com
Putri kembar Sapari (63) tak menyangka, jika ayahnya bakalan tewas tertimpa pohon sawit di kebun mereka, Sabtu (8/8/2020).

Peristiwa mengenaskan yang menimpa warga Dusun VII, Desa Mangkai Baru, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara  diketahui warga setelah mendengar jeritan kedua putri Sapari.

Saat itu kedua putri korban melihat tubuh ayahnya tertimpa pohon sawit.

Warga melayat di rumah duka.
Warga langsung turun ke tempat kejadian dan berusaha mengeluarkan korban dari himpitan pohon sawit yang cukup besar menggunakan mesin  sinsaw.. Namun nyawa Sapari tidak dapat diselamatkan.

Kepala Dusun VII Desa Mangkai Baru, Darjid kepada wartawan, Minggu (9/8/2020) mengatakan putri kembar Sapari, Jana (18) dan Jani (18) ketika itu baru pulang dari sekolah dan diberi tahu ibunya, Sri Gatik (58) bahwa ayah mereka belum pulang dan belum makan siang.

Kemudian putri kembarnya mencari Sapari ke ladang di desa yang sama agar segera pulang ke rumah karena hari sudah sore.

Setiba di perladangan mereka, keduanya memanggi-manggil nama ayahnya, namun tidak ada sahutan.

Pencarian terus dilakukan kedua putri kembar itu. Beberapa saat kemudian,  Jana melihat darah di dekat pohon sawit yang tumbang. Setelah diamati tubuh ayah mereka dalam posisi tertekuk terhimpit pohon sawit tumbang.

Melihat kejadian itu, putri kembar Sapari menjerit sekuatnya seraya meminta tolong. Warga yang mendengar jeritan Jana dan Jani berhamburan keluar rumah dan menuju tempat kejadian.

Setiba di lokasi kejadian, warga berusaha mengeluarkan tubuh korban dari himpitan pohon sawit yang cukup besar itu. Berbagai cara dilakukan warga untuk mengeluarkan korban, namun tidak berhasil.

Akhirnya, setelah menggunakan mesin si saw, pohon sawit berhasil di potong-potong lalu disingkirkan. Tubuh korban baru dapat diangkat menjelang magrib dan langsung dievakuasi ke rumah duka.

Rukiem (45), tetangga Sapari menuturkan sudah dua hari berturut-turut korban berusaha menumbangkan pohon sawit yang sudah disambar petir di ladangnya pakai kampak.

Diduga pada hari kedua setelah mengampak pohon sawit, ia kelelahan  lalu duduk di dekat pohon sawit untuk beristirahat.

"Mungkin tidak terpikirkan oleh korban kalau pohon sawit yang sudah dikampaknya itu bakal tumbang dan menimpa dirinya," duga Rukiem.

Rukiem juga menuturkan, istri korban sekira pukul 12.00 Wib siang itu sudah berusaha mencari suaminya untuk menyuruh makan siang, tapi korban tidak ditemukan, kemudian istri korban pulang ke rumah.

Sekira pukul 14.30 wib, Jana - Jani pulang dari sekolah dan kemudian disuruh  mencari ayahnya.

Jenazah korban setelah dimandikan dan disholatkan, sebelum Saolat Zuhur, Minggu, (9/8/2020) dikebumikan di pemakaman umum Desa Mangkai Baru. (rud/dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru