SUMUT

NASIONAL

PCR/Swab RSUD DS Bertambah, Sehari Bisa 100 Orang Jalani Test Covid

Senin, 21 September 2020 | 15.59 WIB
Kali Dibaca |

Petugas medis RSUD Deli Serdang usai membantu ibu melahirkan di rumah sakit tersebut.
Lb Pakam, metrokampung.com
Dengan bertambahnya alat PCR (polymerase chain reaction)/Swab di RSUD Deli Serdang, maka rumah sakit milik Pemkab Deliserdang itu menjadi tumpuan warga Sumut dalam penanganan Covid-19, setelah Medan.

RSUD Deli Serdang kembali mendapat bantuan satu unit alat PCR/Swab dari Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sumut. Bantuan itu guna menjunjang alat yang sudah ada selama ini di rumah sakit tersebut.

"Saat ini kita sudah memiliki dua unit alat PCR/Swab. Dengan memiliki dua unit alat PCR/swab, maka kita bisa meningkatkan pelayanan pemeriksaan Covid-19. Jika selama ini kita hanya dapat memeriksa 60 orang per hari, maka nantinya bisa mencapai 100 orang lebih perhari," kata Direktur RSUD Deli Serdang, dr Hanif Fahri SpKj,Senin (21/9/20).

Dijelaskan Hanif, saat ini pihaknya bukan saja merawat pasien Covid-19 asal Deli Serdang saja, tapi juga dari luar daerah. Bahkan pasien Covid-19 yang mendapat perawatan di rumah sakit tersebut terus membludak, terutama ibu hamil untuk persalinan.

Kata dr Hanif, seharusnya ibu hamil atau yang akan menjalani persalinan memiliki rujukan dengan status probeble, susfek, konfirmasi. Jadi bukan datang sendiri tanpa didampingi bidan. Sehingga tidak ada yang "liar".

Sebab, tambah Hanif, ibu hamil usia 1-9 bulan ada tercatat di bidan desa. Sehingga ada TTP ( taksiran tanggal persalinan). Kemudian ada antenatal care (ANC) secara berkala minimal dilakukan empat kali selama kehamilan.

"Makanya bidan desa harus lebih aktif lagi, sehingga siapa ibu hamil yang terpapar Covid-19 dapat lebih cepat diketahui. Contoh jika TTP tanggal 20 September, maka 14 hari sebelum kelahiran sudah lebih dahulu dilakukan rapit tes atau swab. Jika reaktif, maka ada waktu 14 hari dilakukan isolasi mandiri atau di rumah sakit,"papar Hanif.

Hanif juga menyesalkan adanya tenaga medis, puskesmas yang takut membawa pasien ke rumah sakit saat akan melahirkan. Sehingga ibu hamil datang sendiri ke RSUD Deli Serdang untuk melakukan persalinan tanpa ada pendamping bidan. Apalagi ada rumah sakit yang menolak pasien ibu hamil.

"Untuk itu kita berharap bidan desa benar-benar aktif melakukan pengawasan terjadap ibu hamil diwilayah tugasnya,terutama disaat pandemi Covid-19," tandasnya. (dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru