SUMUT

NASIONAL

Vandiko-Martua : Memimpin Samosir, Jangan Kehilangan Nilai Luhur 'Habatakon'

Jumat, 04 September 2020 | 20.33 WIB
Kali Dibaca |


Samosir, metrokampung.com
Setelah mendapat restu dari Raja-raja Bius Sianjur Mulamula dan dideklarasikan Partai Politik pengusung dan pendukung Pasangan Vantas (Vandiko Gultom-Martua Sitanggang), Vandiko mengucap syukur bisa dideklarasikan sekaligus dapat restu di Sianjur Mulamula, Samosir yang merupakan titik nol peradaban Batak, Jumat (4/9/2020).

Vandiko menyampaikan, mendeklarasikan diri di Sianjur Mulamula karena menyadari sistem pengetahuan berkenegaraan sebenarnya sudah ada pada konsep orang Batak sejak lama.

"Pertama kita panjatkan puji syukur atas kepada Tuhan dan kepada para sahala Leluhur, karena tanpa leluhur kita tidak ada di sini. Apalagi kita selaku Pinompar si Raja Batak yang menjadi pewaris nilai-nilai, tentu tak boleh lupa dari mana kita berasal. Satu bentuk syukur kita, saat ini kita orang-orang Batak yang berasal dari nenek moyang yang sama bisa berkumpul di Tempat ini,"ucap Vandiko memulai orasinya.

Sekaligus, kata Vandiko dalam deklarasi ini ada beberapa hal yang ingin dia sampaikan. Dalam Deklarasi ini tentu harus saya sampaikan, Batak yang sedari dulu sudah memiliki konsep ketatanegaraan yang sempurna.

Yang paling dekat, sebaiknya untuk menjalnkan pemerintahan memimoin Samosir ke depan Vantas melihat Kepemimpinan Raja Sisingamangaraja (SMR), yang pernah membekaskan suatu teladan pemimpin besar pada rentang 1500-an hingga 1900-an, di daerah Sumatra bagian utara. "Berawal dari penerimaan sebagai pemimpin spiritual, dalam perjalanannya Sisingamangaraja diterima sebagai pemimpin bagi ratusan teritori otonom Bius di wilayah Tanah Batak,"ujarnya.

Tentu, kharisma yang ada pada Kepemimpinan Raja SM Raja tak lekang dia ilhami sebagian dari Oppung Saribu Raja di tempat kita berdiri hari ini. Dan apa hubungannya dengan kondisi pemerintahan belakangan ujar Vandiko akan ditiru Vantas apabila memenangkan Pilkada Samosir 2020.

Dalam kepemimpinan Raja SM Raja dulunya, dia pengayom yang baik.  Mampu memberikan harta kekayaannya kepada orang miskin dan terpasung. Membebaskan yang terpasung dan meneggakkan keadilan yang seadil-adilnya tanpa memperkaya diri.

"Hari ini, banyak masalah yang timbul, Ekosistem pun ikut rusak karena kebijakan-kebijakan yang ingin memperkaya keluarga dalam memimpin,"ujar Vandiko.

Hal ini kata Vandiko menjadi keresahan bagi Pasangan Vantas. Bagaimana seharusnya menjadi seorang pemimpin di Tanah Batak, khususnya Bona Pasogit di Samosir ini, dia melihat, perlu perubahan besar hingga menjadikan barometer bagi Daerah lainnya.


Karenanya, dengan mendapat restu dari Raja-raja Bius di Sianjur Mulamula, dia bertarung pada Pilkada Samosir 2020. Dan bila berhasil pada Pilkada Samosir 2020, tentu akan membangun Samosir berbasis nilai-nilai luhur Habatakon.

Sebagaimana, Bangso Batak sedari dulunya sudah memiliki konsep ketatanegaraan yang baik. Mulai dari mengurus hak ulayat, sistim irigasi, adat istiadat "Dalihan Natolu/Suhi Ni Ampang Na Opat" semua telah diatur.

"Kami akan membawa Samosir ke depan dengan merevitalisasi nilai-nilai luhur Habatakon dan menerapkannya pada Pemerintahan ke depan,"sebut Vandiko.(horas/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru