Pengikut

SUMUT

NASIONAL

KNPI Dairi Sosialisasi Protokol Kesehatan di Pesantren Dalam Rangka Peringati Sumpah Pemuda

Rabu, 28 Oktober 2020 | 22.48 WIB
Kali Dibaca |



Dairi, metrokampung.com
Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-92, DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Dairi melaksanakan kegiatan sosialisasi protokol kesehatan di Pesantren Sidiangkat, Jalan Runding, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Rabu (28/10/2020).
 
Tak hanya melakukan sosialisasi, pengurus KNPI juga membagikan masker kepada para santri dan santriwati yang penyerahannya dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris DPD KNPI Dairi Sastra Lingga dan Ketua SAPMA AMPI Dairi, Arif Syahan Manik.
 
Sekretaris DPD KNPI Dairi, Sastra Lingga kepada santri dan santriwati yang mengikuti sosialisasi mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 92.

“Kegiatan ini tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan pengorbanan para pemuda terdahulu yang berkorban untuk bangsa dan negara ini,” kata Sastra.

Dituturkannya, lahirnya Sumpah Pemuda yang selalu sampai sekarang ini merupakan kerja keras dan perjuangan para pemuda terdahulu untuk menyatukan perkumpulan kepemudaan yang ada. Dimana para pemuda kala itu prihatin melihat pengkotak-kotakan perkumpulan.

“Para pemuda berfikir kalau seperti ini terus, maka bangsa Indonesia akan tetap terus dijajah,” sebut Sastra.

Sumpah Pemuda tercetus dalam Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928, dengan ikrar bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu Indonesia yakni Indonesia.

Lahirnya Sumpah Pemuda Kongres Pemuda II dilangsungkan selama dua hari pada 27 dan 28 Oktober 1928. Tujuannya, antara lain (1) melahirkan cita-cita semua perkumpulan pemuda-pemuda Indonesia, (2) Membicarakan beberapa masalah pergerakan pemuda Indonesia, (3) Memperkuat kesadaran kebangsaan dan memperteguh persatuan Indonesia.

Ditambahkan Sastra, Sebelum lahirnya Sumpah Pemuda dalam Kongres Pemuda II, telah dilakukan Kongres Pemuda I pada 30 April – 2 Mei 1926 di Batavia (Jakarta). 

Namun Kongres Pemuda I berakhir tanpa hasil yang memuaskan bagi semua pihak karena adanya perbedaan pandangan.

“Inilah nilai-nilai patriotik yang kita kenang, untuk itu mari kita resapi dan kedepan apa yang harus kita lakukan dalam meneruskan perjuangan para pemuda terdahulu,” pungkasnya.

Wakil Ketua DPD KNPI Dairi Iis Hamida Ujung menyampikan, Sebegai generasi penerus bngsa, para santri/santriwati agar tetap menjaga kesehatan terutama di masa pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini.

Para santri juga diharapkan bisa ikut memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan selalu mematuhi protokol kesehatan imbauan dari pemerintah, dengan selalu mencuci tangan dengan sabun usai beraktivitas, menjaga jarak dan menghindari kontak langsung.

“Kepada pengurus pesantren agar menyediakan tempat-tempat pencuci tangan di lokasi pesantren,” ucapnya.

Disebutkan Iis, Pemkab Dairi juga telah mengeluarkan Perbup nomor 31, tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kabupaten Dairi.

“Bagi masyarakat yang melanggar peraturan akan dikenakan sanksi hingga  denda uang,” terangnya.

Sementara Wakil Pengurus Pesantren , Jinner Banurea didampingi Sarpin Situmorang menyampaikan ucapan terimakasih kepada pengurus KNPI atas sosialisasi dan bantuan masker yang diberikan kepada para santri/santriwati.

“Kami di Pesantren ini telah melaksanakan dan mematuhi protokol kesehataan yang telah ditetapkan pemerintah dan telah menyediakan fasilitas pencuci tangan di setiap lokasi dan pintu masuk Pesantren,” ucap Jinner.

Atas pembelajaran yang tadi telah diberikan kiranya bisa menjadi pembelajaran sejarah bagi para santri/santriwati di Pesantren Sidiangkat ini. Pembelajaran sejarah ini sangat bermanfaat, karena di sekolah-sekolah sekarang ini pelajaran sejarah mulai berkurang.

Semoga dengan apa yang tadi disampaikan para santri/santriwati bisa mengerti dan mengetahui bahwa Indonesia merdeka penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Tidak segampang dengan apa yang dirasakan pada saat ini.

“Oleh karena itu para santri/santriwati harus giat belajar, karena apa yang kalian lakukan sekarang ini tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan pengorbanan para pemuda terdahulu,” ujarnya.(vikram/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru