SUMUT

NASIONAL

Pangamat Berharap Dermawan Humbahas Lebih Memperhatikan Keluarganya Yang Susah Ketimbang Kotak Kosong

Jumat, 16 Oktober 2020 | 22.39 WIB
Kali Dibaca |

 


Humbahas, Metrokampung.com
Tak dipungkiri,  dinamika politik yang terjadi di Kabupaten Humbang Hasundutan menjelang hari perhelatan Pilkada kian menyita perhatian publik.  Bukan hanya terjadi secara lokal,  namun telah menyentuh perhatian publik ditingkat nasional.  Bagaimana tidak,  dari 28 daerah Kabupaten yang melaksanakan Pilkada dengan Calon Tunggal melawan Kotak Kosong,  Humbang Hadundutan menjadi objek yang fenomenal dibanding yang lain. 
Penafsiran tersebut muncul seiring diperlihatkannya aksi solideritas masyarakat yang kuat dan gencar, baik di Bonapasogit dan diperantauan dalam membangkitkan dukungan atas " Kotak Kosong" sebagai bentuk perlawanan politik terhadap calon Tunggal yang dinilai telah menciderai demokrasi. Selain itu,  pergerakan pemenangan Kotak Kosong yang dimotori oleh Forum Peduli Demokrasi Humbang Hasundutan (FPDHH) juga dianggap lawan yang cukup berat pada Kontestasi Pilkada di Daerah itu. Mengingat aliran dukungan mengalir dengan keras, baik secara donasi dari sejumlah dermawan  di Humbahas dan diperantauan. 

Salah seorang pengamat,  sekaligus Bendahara umum Forum Komunikasi Mahasiswa Kekaryaan (Fokusmaker)  Provinsi Sumatera Utara,  Saut Sagala, SE kepada media Jumat, (16/10/2020) mengapresiasi antusias masyarakat dan tokoh anak rantau Humbang Hasundutan yang peduli membangun dan menumbuhkan kesadaran akan berdemokrasi. 

Namun aktivis relawan Jokowi wilayah pantai barat ini juga mengungkapkan bahwa perjuangan untuk memenangkan kotak atau kolom kosong melawan calon tunggal di Pilkada 9 Desember 2020 bukan hal yang mudah.  Bara api semangat atas dukungan terhadap kotak kosong tidak lah cukup. 

Tetapi harus didukung finansial yang kuat, relawan yang konsisten dan tidak Pragmatisme serta soliditas tinggi. 
Jika hal tersebut dijalankan setengah hati, serta dimotifasi hal-hal tertentu, maka menurut mantan repoter TV One ini mustahil dapat mengalahkan calon tunggal.  Dikatakan, Baik nya donasi dan perhatian yang digalang masyarakat dan para Dermawan Humbang Hasundutan diberikan kepada keluarganya yang kurang mampu ketimbang memberikan perhatian terhadap perjuangan pemenangan Kotak/kolom kosong yang dinilai sia-sia. Sebab menurutnya, mesin pengerak pemenangan Kolom kosong harus memiliki kekuatan dua kali lipat dari kekuatan calon tunggal.  
Tanggapan lain juga dikemukakan salah seorang Putra rantau asal Desa Pasaribu, Kecamatan Doloksanggul Robert Lumban Tobing, SH, MH,  kepada Wartawan belum lama ini.  Pria yang berprofesi sebagai Advokasi di Ibu kota ini mengaku takjub dengan marak nya simpati masyarakat mendukung kolom kosong. 

Tetapi Ia juga merasa heran tentang apa sebenarnya yang melatarbelakangi sejumlah tokoh-tokoh besar Humbahas memobilisasi gerakan mendukung kemenangan kotak kosong di Pilkada nanti.  Diungkapkan, bahwa hal yang cukup aneh bila para tokoh dimaksud dengan suka rela menggelontorkan donasi yang terbilang besar terbuang percuma hanya untuk memenangkan Kotak kosong.  Sementara,  pick back atas perhatian tersebut tidak memberikan konvensasi apa-apa bagi mereka. 

"Kalau hanya sekedar kepuasan menumbangkan Calon tunggal yang nota bene Petahana,  itu sedikit aneh dan cukup sulit. Mending dana nya,  dari pada terbuang percuma lebih baik dikasih ke keluarga yang membutuhkan, atau paling tidak dipakai untuk membangun hal yang bermamfaat bagi warga di kampung halamannya," ujarnya. 

Robert mengkaji, bahwa pergerakan kotak kosong tidak akan mampu mengalahkan pondasi dan strategi politik yang telah dibangun oleh calon tunggal, apalagi statusnya sebagai petahana.
  
Kekonsistenan yang bersangkutan dalam mewujudkan Calon tunggal di Pilkada Humbahas menjadi bukti yang tak dapat dibantah, bahwa pasangan calon ini benar-benar jauh lebih petarung dibanding calon-calon yang muncul.  

Sehingga tidak heran,  bila kekonsistenan yang bersangkutan akan kemenangan 1000% dari kolom kosong dapat tercapai,  sebab menurut Robert , calon Tunggal yang dalam hal ini petahana sudah mempersiapkan segala sesuatunya dari awal dan matang.  

Oleh karena nya,  ini lah yang menurut pemahaman nya belum dipertimbangkan para motor penggerak pemenangan kotak kosong atau kolom kosong. 

Terpisah, Ketua Forum Peduli Papatar (Pakkat, Parlilitan dan Tarabintang), Seven Purba beberapa waktu lalu kepada media menegaskan bahwa pihak nya tetap konsisten dan berkomitment kuat untuk memperjuangkan kemenangan kolom kosong atau kotak kosong, khususnya di wilayah Papatar.  

Dijelaskan bahwa sikap tersebut sebagai bentuk protes sekaligus penolakan terhadap kelanjutan pemerintahan Bupati petahana yang dinilai menganak tirikan pembangunan di daerah Papatar yang merupahkan kampung halaman nya. 

Lebih lanjut,  Seven mengaku optimis bahwa pihaknya bersama anak rantau Papatar lainnya akan mengkawal dan memenangkan Kotak kosong dengan sempurna, di pilkada Humbahas.(redaksi MK) 
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru