Pengikut

SUMUT

NASIONAL

Jenuh dengan Iming-iming Pilkada, Masyarakat Medan Inginkan Nuansa Baru

Selasa, 08 Desember 2020 | 17.15 WIB
Kali Dibaca |

Wakil Sekretaris Jenderal DPP  Peradi Pergerakan , Jonni Silitonga, SH,MH

Medan, Metrokampung.com
Banyaknya partai yang mendukung bukan jadi jaminan paslon bisa menang. Pilihan tetap ditangan rakyat. Bercermin dari pimpinan sebelumnya yang berlatarbelakang birokrasi membuat masyarakat menginginkan nuansa baru dari sosok pemimpin yang baru. Hal itu dikatakan Jonni Silitonga,SH,MH Wakil Sekretaris Jenderal DPP Peradi Pergerakan, Senin (7/12/2020).

Menurut Jonni, pada momen pilkada tahun ini masyarakat ingin nuansa baru mengingat masa kepemimpinan walikota sebelumnya yang menggunakan anggaran yang tidak semestinya untuk kepentingan pribadi.


Mengingat Budaya masyarakat kita yang senang berspekulasi. Terlepas kedua paslon sama baiknya, Joni meyakini masyarakat akan memilih Boby Nasution yang diluar dari orang-orang yang duduk dipemerintahan.
Adanya isu-isu yang tidak baik dari salah satu paslon juga akan menjadi penilaian masyarakat untuk memilih.

Prediksi Joni di pilkada Kota Medan, Bobby Nasution akan memenangkan banyak suara. Menurutnya Bobby adalah terbaik dari yang terbaik. 

"Artinya, dalam hal ini saya tidak mendukung siapa pun namun melihat kondisinya saya yakin masyarakat akan memilih Bobby mengingat masyarakat sudah semakin pintar karena sudah punya pengalaman yang sangat banyak baik dalam pilkada maupun pilpres", ujarnya.
"Jenuh"....Hal ini yang membuat minat masyarakat enggan memilih," kata Jonni.

Akibatnya,  pada pilkada yang akan berlangsung serentak pada 9 Desember 2020 pasti akan sedikit yang datang ke TPS untuk memilih.

"Siapapun yang terpilih nantinya, program presiden Jokowi harus menjadi stresing point," tegasnya.

"Dia menilai kemerosotan pembangunan Kota Medan, disebabkan pemimpin pemimpin terdahulu yang banyak hutang program yang akhirnya sampai sekarang tidak dijalankan
Menempatkan posisi IT dalam rangka kontrol harus diterapkan di Medan sehingga perilaku pemimpin terdahulu tidak akan terulang," ucap Jonni.

Disisi lain, Dekan Fakultas Teknologi Mineral, Institut Teknologi Medan, Ir Edy Yasa Ardiansyah, MT mengatakan Kota Medan membutuhkan pemimpin yang benar-benar mampu bekerja  dan mau mewujudkan apa yang diinginkan warganya. 

"Bukan janji atau iming-iming saat kampanye," cetusnya.

Pemimpin yang diharapkan adalah pemimpin yang tegas dan harus mampu menjalankan aturan dan peraturan dan memiliki rasa kemanusiaan. Membuat aturan harus ada solusi dan tidak merugikan masyarakat. 
Biasanya untuk kepentingan partai yang mengusung, masyarakat jadi korban target partai politik.

"Dukungan partai politik itu perlu tapi bukan jaminan akan menang," ujarnya.

Menurut Dekan FTM ini, masyarakat akan memilih calon pemimpin dari kinerjanya. Walaupun dari salah satu paslon saat ini ada juga yang maju karena ingin coba- coba dan senang hal yang baru, dan satu paslon lagi sudah melakukan pekerjaannya sebagai pelaksana tugas. Tapi masyarakat tetap akan melihat trade recordnya.

Mahalnya ongkos politik tidak akan membawa perubahan apapun khusunya kota Medan. 

"Semoga pilkada berjalan dengan baik kendati sikap masyarakat yang apatatis untuk memilih. Kota Medan membutuhkan pemimpin yang tegas, disiplin dan mau bekerja. Bukan pemimpin yang hanya ingin coba coba atau pemimpin yang arogan," kata Edy Yasa. (Ra/mk)
Dekan Fakultas FTM ITM Edy Yasa Ardiansyah, MT

Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru