Pengikut

SUMUT

NASIONAL

Camat Wampu Minta Semua Pihak Agar Menahan Diri

Kamis, 27 Mei 2021 | 10.46 WIB
Kali Dibaca |


Langkat, Metrokampung.com
Keributan yang terjadi antar warga Dusun I Desa Bukit Dinding, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, dengan kelompok agen kelapa sawit sempat diwarnai dengan upaya mediasi yang dilakukan oleh Camat dan pihak kepolisian agar tidak terulang lagi dan meminta semua pihak untuk menahan diri.

Hal itu disampaikan Camat Wampu Samsul Adha, di Wampu, Rabu (26/5) yang lalu.
     
Akibat dari keributan tersebut terdapat satu
korban, Teddy Prastio (20) warga Dusun Kebun Balok tahun 20 Kecamatan Wampu. Dia  diduga mengalami luka tembak.
    
"Kini kami sedang mengupayakan pengobatan korban penembakan di rumah sakit,“ katanya. 
     
Lebih lanjut dia pun menegaskan, hari ini pihaknya memberikan surat resmi ke Desa Besilam Bukit Lembasa untuk segera membatalkan surat edaran kades yang memicu kericuhan itu.
     
Kemudian Samsul pun menambahkan, kasus itu diserahkan ke pihak kepolisian untuk diproses secara hukum, Karena semua pihak sudah melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. 
    
“Ya, dan kita sudah meminta semua pihak agar menahan diri agar tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
     
Samsul juga menyampaikan untuk sementara butuh biaya perobatan untuk korban yang sedang dirawat di
 rumah sakit, karena tidak bisa ditanggung oleh BPJS.
     
“Untuk itu, kami nantinya akan membuka donasi bantuan biaya perobatan buat korban,” katanya.
     
Sementara itu, Kapolres Langkat AKBP Edi Suranta Sinulingga SIK yang dihubungi via HP menyampaikan bahwa itu bukan bentrokan, tapi pemukulan. 
     
"Ya, dan kita sedang mengupayakan untuk mengungkap peristiwa tersebut,” ujarnya.
     
Sementara itu berdasarkan informasi yang beredar di lapangan, telah terjadi keributan antar warga masyarakat dengan agen buah kelapa sawit berinitial TG di Dusun I Desa Bukit Dinding Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat. Peristiwa itu terjadi Sabtu (22/5) pukul 15.45 WIB, berawal saat sekitar 30 orang masyarakat yang rata-rata Ibu- Ibu pemilik buah kelapa sawit dari hasil panen kebun sendiri datang ke Kantor Desa Besilam Bukit Lambasa. 
     
Kedatangan mereka adalah ingin mengutarakan aspirasinya terkait dengan penjualan buah kelapa sawit yang selama ini didominasi oleh satu agen saja TG.
     
Yah, diduga karena itulah keributan itu terjadi.(BD/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru