Pengikut

SUMUT

NASIONAL

Kantor Desa Simempar Berada di Desa Gunung Paribuan

Kamis, 27 Mei 2021 | 11.29 WIB
Kali Dibaca |

Gerbang Desa Simempar yang berada persis dekat kolam pancing milik Kades Wari Tarigan.

Gunung Meriah, metrokampung.com
Keberadaan kantor Desa Simempar Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Deli Serdang yang berada di desa tetangganya yakni Desa Paribuan sudah lama menuai keheranan banyak pihak. 
 
Punbegitu, Kepala Desa Simempar, Wari Tarigan terkesan tidak ambil pusing terkait hal tersebut.
 
Menurut keterangan warga di sana, bukan hanya lokasinya saja yang disoal karena berada di desa lain, namun kantor desa tersebut juga sangat jarang dibuka untuk melayani warga.
 
Jika warga butuh surat menyurat, cukup mendatangi kades di rumahnya. Dikarenakan tidak adanya aktifitas di kantor desa tersebut, sehingga para perangkat desa kesehariannya dihabiskan di ladang atau menghadiri pesta keluarga. 
 
"Setau kami. Yang namanya kantor desa selalu berada di desa yang bersangkutan bukan berdiri di desa lain. Tapi di desa kami lain, kantor desanya berdiri di desa lain,"kata sejumlah warga Desa Simempar kepada wartawan di Lubuk Pakam, Rabu (26/5/21).
 
Selain itu sambung mereka, sebagian besar warga Simempar juga tinggal dan menetap di Desa Gunung Paribuan. Warga hanya bercocok tanam di Desa Simempar.
 
"Boleh dikata hanya beberapa orang saja yang tinggal di Desa Simempar. Itu pun baru-baru ini aja. Karena warga yang pindah itu dibangunkan rumah menggunakan dana desa. Bahkan Kades Simempar juga tinggal di Desa Gunung Paribuan,"tambah warga seraya menduga banyak penyimpangan Alokasi Dana Desa di tempat mereka.
 
Ketua Presidium Daerah GM FKPPI Sumut, Ir AR Krisman Purba yang leluhurnya berasal dari Simempar menyesalkan keberadaan kantor Desa Simempar berdiri di desa lain.
 
"Sangat lucu ya kalau kantor Desa Simempar berada di Desa Gunung Paribuan. Kades jangan membiarkan kesalahan menjadi suatu pembenaran,"kata Krisman Purba saat dikonfirmasi di tempat berbeda.
 
Sementara Kades Simempar, Wari Tarigan kerap menghindar dari wartawan. Tidak adanya sinyal telepon di desa tersebut menambah sulitnya menemukan sang kades guna konfirmasi.(tim/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru