Pengikut

SUMUT

NASIONAL


Komisi II DPRD Medan Minta Pemko Persiapan PTM, Pastikan Tendik dan Siswa Sudah Divaksin

Selasa, 21 September 2021 | 07.36 WIB
Kali Dibaca |

Anggota DPRD Medan Afif Abdillah.

Medan, Metrokampung.com
Pemerintah Kota Medan diminta untuk mematangkan persiapan menghadapi Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Seluruh pelajar dan tenaga pendidik (tendik) dipastikan telah mendapat vaksin Covid-19.

“Penurunan kasus sudah signifikan, terakhir disampaikan Wali Kota Medan sudah turun dikisaran 1.500 dari sebelumnya 7.000 kalau tren ini terus berjalan dalam waktu dekat harusnya Medan sudah turun di PPKM level 3,” ujar Anggota Komisi II DPRD Medan Afif Abdillah, dikutip Senin (20/9/2021).

Dengan turunnya kasus covid 19, kata Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kota Medan ini, maka PTM di sekolah sudah dapat dilaksanakan secepatnya. “Semua sarana dan prasarana harus disiapkan dari sekarang. Terutama kesiapan vaksinasi untuk guru dan murid yang ada di sekolah tersebut,” sebutnya.

Dalam pelaksanaan PTM nantinya, menurut Afif, Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan harus mempersiapkan sarana dan prasarana seperti Unit Kesehatan Sekolah (UKS), tempat cuci tangan, tabung oksigen, alat pengukur saturasi, dan sebagainya harus disiapkan di masing-masing sekolah.

Begitu juga begitu dengan petunjuk pelaksanaan dan pelatihan mengenai apa yang harus dilakukan apabila ada dari murid yang sedang mengalami gajala sedang atau berat covid.

Afif juga meminta, Dinas Pendidikan Kota Medan harus memeriksa kesiapan rumah sakit dan puskesmas di sekitar sekolah yang akan menyelenggarakan belajar tatap muka.

“Dalam artian, kita harus memikirkan hal yang terburuk, artinya kita harus siap menghadapinya. Jangan nantinya tatap muka digelar malah menimbulkan korban baru atau jadi klaster Covid-19. Nah hal ini yang harus kita antisipasi, karena kalau sempat itu terjadi, itu kan bisa jadi kelalaian,” tuturnya.

Sementara untuk pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat umum, kata Afif, masyarakat sangat banyak yang ingin divaksin tetapi tidak bisa karena vaksin terbatas. Sebisa mungkin Pemerintah Provinsi dan Pemko harus mendistribusikan semua stok yang ada sehingga bisa diberikan untuk masyarakat mengingat vaksin sangat penting untuk membantu menekan laju penyebaran covid dan menambah daya lawan tubuh terhadap virus covid 19.

“Harus dilihat juga data kecamatan mana yang belum merata vaksinnya, begitu juga dimana yang masih banyak kasus aktif sehingga vaksin bisa didistribusikan lebih intensif di sana,” pungkasnya.(Ra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru