Pakpak Bharat, metrokampung.com
Senior Advisory Direktorat Hubungan Kelembagaan PT Perkebunan Nusantara IV, Arief Subhan Siregar bersama rombongan mengunjungi Kabupaten Pakpak Bharat. Arief datang ke Kabupaten Pakpak Bharat guna mematangkan rencana pengembangan dan industri hilir tanaman gambir, bergabung bersama tim Universitas Andalas yang telah tiba sebelumnya untuk melaksanakan kajian mendalam terkait rencana ini.
Dalam meeting singkat yang dilaksanakan di aula rumah candu, rumah dinas Bupati Pakpak Bharat, Jalan Berutu, S.Pd, MM selaku Sekretaris Daerah mewaliki Bupati menyampaikan selamat datang, serta menyampaikan ekspose data terbaru persiapan pengembangan lahan penanaman gambir serta calon lokasi pembangunan pabrik gambir.
Potensi utama kami saat ini memang gambir, lalu ada kafur, kemenyan dan kopi. Tetapi memang dari dulu kami agak sulit mengembangkan gambir ini, dikarenakan antara lain dukungan disektor pasar yang kurang. Saat ini kami banyak membantu dengan memberikan mesin press, namun hasilnya masih juga kurang bergerak maju. Wilayah Pakpak Bharat secara umum memang cocok untuk tanaman gambir. Kami siap dan menunggu arahan - arahan baik dari PTPN maupun Uninversitas Andalas. Harapan kami jangan sampai pembangunan pabrik gambir ini tertunda, ini adalah momen yang sangat tepat untuk mendongkrak perekonomian masyarakat, ucap Jalan Berutu menyampaikan pesan Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor.
Kami dari PTPN IV mendapat penugasan untuk membantu pengembangan industri hilir gambir ini. Namun kita perlu memperkuat dulu sektor hulunya. Persoalan sekarang pasar gambir ini masih terfokus ke Negara India. Oleh karenanya semua proses hilirisasi gambir masih menyesuaikan dengan kebutuhan ekspor ke sana, ucap Arief Subhan Siregar.
Hari ini juga telah dilaksanakan kunjungan lapangan auntuk melihat langsung potensi lahan dan petensi pengembangan gambir di kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, Salak, Pergetteng-Getteng Sengkut, serta tinjauan lapangan lokasi pembangunan pabrik gambir di kecamatan Siempat Rube.
Laporan : Vikram Berutu
Editor : Simon Sinaga
