PANTAI LABU, Metrokampung.com
Pekan Sarapan Karya Anak Muda (Pasar Kamu) genap berusia enam tahun. Momentum ini dimanfaatkan Pasar Kamu untuk memperkuat peran sebagai destinasi wisata kuliner unggulan di Indonesia Khususnya di Kabupaten Deli Serdang dengan fokus pada pengembangan strategi hilirisasi, blue food, dan sistem pangan berkelanjutan.
Owner Pasar Kamu, H. Dedi Sofyan, mengatakan bahwa di usia keenam tahun ini pihaknya berkomitmen mempertahankan ke tradisionalan serta kualitas yang selama ini menjadi ciri khas Pasar Kamu, mulai dari cita rasa makanan, harga yang tetap standar, hingga pelayanan dan tata kelola pasar yang ramah terhadap pengunjung.
“Pasar Kamu genap berusia enam tahun. Ke depan, kami akan mempertahankan dan mengembangkan yang sudah ada, seperti rasa makanan tetap enak, harga tetap standar, serta pelayanan dan tata kelola yang terus dijaga,” ujar Dedi saat ditemui, Senin (2/2/2026).
Selain mempertahankan kualitas, Pasar Kamu akan memaksimalkan tiga fokus utama yang memerlukan gerakan bersama antara pengelola, pedagang, dan pengunjung . Fokus yang lain yaitu memperkuat perekonomian rakyat melalui strategi hilirisasi produk-produk pangan lokal. Menurut Dedi, sejak awal Pasar Kamu telah menerapkan strategi hilirisasi dengan mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah.
“Contohnya ubi. Di Pasar Kamu, ubi tidak dijual mentah, tetapi diolah menjadi keripik, tape, dan getuk. Artinya, produk lokal tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi diolah agar memiliki nilai ekonomi lebih,” jelasnya.
Fokus kedua adalah pengembangan blue food atau pangan biru, yakni pangan yang berasal dari sumber daya perairan seperti laut dan sungai. Dedi menyebutkan, Pasar Kamu yang berada di kawasan pesisir pantai memiliki potensi besar dalam pengembangan olahan makanan laut.
“Di Pasar Kamu sudah ada dan akan terus dikembangkan olahan makanan dari laut, seperti sate kerang, udang, dan lainnya. Ini sejalan dengan lokasi Pasar Kamu yang berada di pesisir pantai,” katanya.
Fokus ketiga adalah penerapan sistem pangan berkelanjutan atau economy sustainable. Konsep ini tidak hanya bertujuan menjaga jumlah pengunjung, tetapi juga memastikan keberlanjutan bahan pangan yang digunakan pedagang.
“Misalnya, penggunaan daun pandan, daun jeruk, keladi, daun jati, dan daun pisang. Bahan-bahan ini harus kita tanam sendiri agar berkelanjutan. Penggunaan daun pisang juga untuk mengurangi sampah plastik,” ujarnya.
Dedi menambahkan, ketiga fokus tersebut akan dimaksimalkan pada tahun 2026 dan sejalan dengan program nasional. Namun, ia menegaskan bahwa Pasar Kamu tidak serta-merta mengikuti tren, karena konsep strategi hilirisasi, blue food, dan sistem pangan berkelanjutan telah diterapkan sejak awal berdirinya Pasar Kamu.
“Ini bukan program dadakan. Sejak awal, Pasar Kamu sudah menjalankan strategi hilirisasi, blue food, dan sisten pangan berkelanjutan. Ke depan, ketiganya akan semakin kami fokuskan dan ini sejalan dengan program pemerintah,” katanya.
Ke depan, Pasar Kamu juga ditargetkan menjadi destinasi kuliner favorit tidak hanya di Deli Serdang, tetapi juga di tingkat nasional. Pasar Kamu akan dikembangkan sebagai etalase atau sentra makanan Nusantara.
“Di Pasar Kamu sudah ada pempek dari Palembang, timpan dari Aceh, hingga makanan khas Jawa. Kami ingin Pasar Kamu menjadi sentra makanan Nusantara,” pungkasnya.(Acai leman/lubis/MK)

