𝐑𝐒𝐔𝐃 𝐓𝐚𝐫𝐮𝐭𝐮𝐧𝐠 𝐇𝐚𝐫𝐢 𝐈𝐧𝐢: 𝐋𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐒𝐞𝐤𝐚𝐝𝐚𝐫 𝐑𝐮𝐦𝐚𝐡 𝐒𝐚𝐤𝐢𝐭, 𝐈𝐚 𝐀𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐑𝐮𝐦𝐚𝐡 𝐏𝐞𝐫𝐣𝐮𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐞𝐦𝐩𝐮𝐚𝐧

Editor: metrokampung.com

TARUTUNG, metrokampung.com
Atmosfer di RSUD Tarutung dibawah kepemimpinan 𝐝𝐫.𝐁𝐨𝐛𝐛𝐲 𝐒𝐢𝐦𝐚𝐧𝐣𝐮𝐧𝐭𝐚𝐤 mendadak berubah magis pada Selasa (21/04). Bukan sekadar rutinitas medis, rumah sakit kebanggaan Tapanuli Utara ini bertransformasi menjadi panggung penghormatan agung bagi pahlawan emansipasi, 𝐑𝐚𝐝𝐞𝐧 𝐀𝐣𝐞𝐧𝐠 𝐊𝐚𝐫𝐭𝐢𝐧𝐢. 

Di bawah langit Taput, komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk mencetak perempuan-perempuan berdaya bukan lagi sekadar slogan, melainkan janji suci yang dikukuhkan dalam sebuah upacara penuh khidmat.


​𝐒𝐢𝐦𝐟𝐨𝐧𝐢 𝐁𝐮𝐝𝐚𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝐏𝐞𝐥𝐚𝐭𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐌𝐞𝐝𝐢𝐬
​Pemandangan tak biasa tersaji di halaman rumah sakit. Jika biasanya putih jas dokter mendominasi, pagi itu RSUD Tarutung menjadi lautan warna. Para civitas rumah sakit tampil memukau dengan balutan busana adat tradisional yang megah. Inilah wajah Indonesia: beragam namun satu suara dalam menjunjung derajat kaum perempuan.

​Detik-detik pengibaran Sang Saka Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya menggetarkan setiap dada yang hadir. Suasana kian haru saat melodi "𝐈𝐛𝐮 𝐊𝐢𝐭𝐚 𝐊𝐚𝐫𝐭𝐢𝐧𝐢" mengalun, seolah memanggil kembali semangat perjuangan dari masa lalu untuk hadir di tengah-tengah para pejuang kesehatan masa kini.

​𝐊𝐨𝐦𝐢𝐭𝐦𝐞𝐧 𝐓𝐚𝐧𝐩𝐚 𝐁𝐚𝐭𝐚𝐬: 𝐏𝐞𝐥𝐚𝐲𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐓𝐚𝐧𝐩𝐚 𝐊𝐚𝐬𝐭𝐚
​Plt Direktur RSUD Tarutung, Bobby Simanjuntak, melalui Kabag Umum dan SDM, 𝐍𝐚𝐨𝐦𝐢 𝐀𝐫𝐢𝐭𝐨𝐧𝐚𝐧𝐠, menegaskan bahwa napas perjuangan Kartini harus mengalir dalam setiap infus, obat, dan senyuman yang diberikan kepada pasien.

​"Ini bukan sekadar seremonial! Ini adalah alarm bagi kita semua bahwa kesetaraan adalah harga mati. Di RSUD Tarutung, kami berjanji memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi, mencerminkan hati Kartini yang tulus melayani," tegas Naomi Aritonang dengan nada bergetar penuh semangat.


​𝐊𝐚𝐫𝐭𝐢𝐧𝐢 𝐌𝐨𝐝𝐞𝐫𝐧 𝐝𝐢 𝐆𝐚𝐫𝐝𝐚 𝐓𝐞𝐫𝐝𝐞𝐩𝐚𝐧
​Upacara yang dipimpin langsung oleh Wakil Direktur, 𝐏𝐚𝐬𝐭𝐫𝐢𝐝𝐚 𝐒𝐢𝐦𝐚𝐦𝐨𝐫𝐚, menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan perempuan di lingkungan Pemkab Taput telah berdiri tegak. Kehadiran seluruh jajaran manajemen, mulai dari kepala bagian hingga pejabat fungsional, menunjukkan soliditas luar biasa dalam mendukung visi pembangunan daerah yang adil dan setara.

​Pemkab Taput telah mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru: Bahwa semangat Kartini tidak terkubur di masa lalu. Ia hidup, ia berdenyut, dan ia terus bergerak maju melalui tangan-tangan terampil perempuan Tapanuli Utara yang siap membawa daerah ini menuju puncak kejayaan yang lebih manusiawi dan berdaya.



Laporan : Jufri Panjaitan
Editor : Simon Sinaga
Share:
Komentar


Berita Terkini