PANTAI LABU, Metrokampung.com
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Kongsi Festival Selayar Denai 2026 yang digelar di Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Minggu (26/4/26).
Festival tersebut dinilai bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pelestarian budaya. Bupati Deli Serdang dr. Asri Ludin Tambunan dalam sambutan nya yang di wakili Staf Ahli Bupati ,Misran Sihaloho mengatakan budaya tidak hanya untuk ditonton, melainkan juga untuk dipelajari dan dipahami oleh masyarakat. Ia menegaskan, pemerintah daerah menyambut baik serta memberikan apresiasi kepada Sanggar Selayar Denai dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Festival ini bukan sekadar perhelatan seni budaya, tetapi juga menjadi wadah strategis dalam melestarikan, mengembangkan, dan memajukan kebudayaan lokal, sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan industri kreatif daerah,” ujar Misran.
Menurutnya, Kongsi Festival Selayar Denai menampilkan keberagaman budaya yang hidup di tengah masyarakat, mulai dari tradisi Melayu, Jawa, Tionghoa hingga berbagai ekspresi budaya lainnya yang berpadu secara harmonis. Ia menilai kekayaan tersebut perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Selain itu, kegiatan tersebut juga dinilai tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki nilai edukatif dan partisipatif bagi masyarakat. Misran turut mengucapkan terima kasih kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Utara dan Kementerian Kebudayaan RI atas dukungan terhadap pelaksanaan festival.
Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Utara, Sukronedi, menyampaikan apresiasi kepada para pelaku budaya, khususnya Direktur Kongsi Festival, Ali Imron, yang dinilai konsisten melestarikan objek pemajuan kebudayaan sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017.
Ia menjelaskan, terdapat 10 objek pemajuan kebudayaan yang ditampilkan dalam festival tersebut, di antaranya adat istiadat, tradisi lisan, manuskrip, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, ritus, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.
“Pemerintah pada prinsipnya bertindak sebagai fasilitator, sementara masyarakat menjadi ujung tombak pelestarian kebudayaan,” ujarnya.
Sukronedi menambahkan, kegiatan tersebut didukung oleh Kementerian Kebudayaan RI melalui pendanaan Dana Indonesiana.
Sebelumnya, Direktur Kongsi Festival Selayar Denai, Ali Imron, mengatakan festival tersebut merupakan hasil sinergi antara pelaku budaya dengan pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, serta Balai Pelestarian Kebudayaan.
Ia menyebut, Desa Denai Lama pernah meraih penghargaan sebagai desa budaya tingkat nasional pada 2021, yang menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus berkarya dan melestarikan budaya.
“Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta berbagi pengalaman tentang warisan budaya, khususnya di Desa Denai Lama,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, penyelenggaraan festival telah dipersiapkan sejak 2025 dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Kebudayaan RI melalui Dana Indonesiana dan LPDP.
Hadir pada kegiatan ini Kepala Dinas Budporapar Deli Serdang ,Yudi Hilmawan , Camat Pantai Labu , Ahmad Turmuji,S.STP, Kepala Desa Denai lama Parnu,SE ,Kabid perpustakaan dan arsip Deli Serdang, Tokoh Tionghoa Pantai labu, Bunhui /awi dan kim Han serta undangan lainnya.(Lubis/MK)


