Pantai Labu, Metrokampung.com
Dalam rangka memperingati Hari Posyandu Nasional 2026, Puskesmas Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, melaksanakan pelayanan Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tiga desa, yakni Desa Denai Lama, Pematang Biara, dan Rantai Panjang, Rabu (29/4/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Pantai Labu, dr. Cristina Damayanti Sinulingga, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.
“Kami melaksanakan Posyandu dengan pendekatan 6 SPM di tiga desa yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pantai Labu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, enam SPM tersebut mencakup berbagai sektor layanan dasar. Pada bidang kesehatan, pelayanan meliputi pemeriksaan ibu hamil, bayi, balita, remaja, dan lansia, termasuk skrining penyakit tidak menular (PTM), imunisasi, pencegahan stunting, serta tuberkulosis (TBC).
Selain itu, SPM pendidikan mencakup layanan pendidikan anak usia dini (PAUD), parenting, serta literasi keluarga. Di sektor sosial, pelayanan difokuskan pada penanganan disabilitas, perlindungan sosial, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), keluarga miskin, hingga rujukan bantuan sosial.
Sementara itu, sektor pekerjaan umum meliputi penyediaan air bersih, sanitasi, perbaikan jalan, drainase, dan infrastruktur lingkungan. Pada sektor perumahan dan permukiman, dilakukan pendataan rumah tidak layak huni, akses jamban, rumah sehat, serta kebersihan lingkungan.
Adapun sektor ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (Trantibum Linmas) mencakup aspek keamanan serta penanggulangan bencana.
Menurut dr. Cristina, pelaksanaan Posyandu dengan 6 SPM dilakukan melalui sistem lima meja layanan dengan melibatkan minimal lima kader di setiap posyandu yang didampingi satu tenaga kesehatan.
“Tujuan transformasi Posyandu dengan 6 SPM ini adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam upaya promotif dan preventif,” katanya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan kesehatan, termasuk penimbangan dan pengukuran balita untuk deteksi dini stunting, serta mendapatkan pengobatan bagi warga yang membutuhkan.
Pihaknya berharap program ini dapat mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan cerdas.(Lubis/MK)


