Simalungun, Metrokampung.com
ANGGOTA DPRD Provinsi Sumatera Utara, Fraksi Partai Golkar, Dasa M Sinaga SE menggelar kegiatan Reses III Tahun Sidang II Tahun 2025-2026 di Dusun Sigaol, Nagori Dolok Marlawan, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun, Senin (18/05/2026).
Di reses tersebut, mengemuka keinginan masyarakat agar direalisasikan percepatan pemekaran Kabupaten Simalungun, yang disampaikan tokoh masyarakat Nagori Dolok Marlawan, M Simanjuntak.
Menanggapi aspirasi itu, Dasa Sinaga menyampaikan, bahwa Partai Golkar sangat progres memperjuangkan hasil yang diharapkan untuk terwujudnya percepatan pemekaran Kabupaten Simalungun.
"Simalungun sudah layak dimekarkan," kata Dasa Sinaga yang mengajak untuk bersama-sama berdoa dalam memperjuangkan aspirasi pemekaran.
M Simanjuntak menggambarkan, pemekaran akan mempercepat pembangunan, khususnya di Nagori Dolok Marlawan.
Ia juga menyampaikan masalah irigasi, pembangunan jalan tani dan jalan setapak yang tidak tersentuh, yang mengakibatkan biaya tinggi saat mendistribusikan hasil pertanian.
"Masyarakat sangat dirugikan. Dengan hadirnya Pak Dasa Sinaga, masalah disampaikan dapat ditampung dan direalisasikan," kata M Simanjuntak.
Sementara itu, Pangulu Nagori Dolok Merlawan, Togu M Butarbutar mempertegas, bahwa mayoritas masyarakat di Nagori yang dipimpinnya, adalah petani.
"Kami berharap kehadiran Pak Dasa Sinaga dapat mengapresiasi masalah pertanian di Dolok Marlawan," katanya.
Kemudian, D Nainggolan menyebutkan, para petani mengharapkan, bantuan bibit yang bermutu, dan masalah pupuk yang dapat terjangkau.
"Capek menemukan pupuk, tapi kalau pergi ke Siantar, ada tapi harga tak terjangkau. Terhambat kami untuk bertani," kata D Nainggolan.
Kemudian Pangulu menanggapi, bahwa masalah jalan tani, irigasi dan jalan setapak, mengalami kendala dengan dana desa yang terbatas.
"Bagaimana kita mau membangun, itu sebabnya kita datangkan perwakilan kita di legislatif, agar masalah yang kita hadapi dapat ditampung," kata Pangulu yang menginformasikan bahwa saat ini, dana desa yang diterima Rp280 juta.
Mengenai pendistribusian pupuk, Pangulu menyebutkan, dari 17 kelompok tani, hanya 7 kelompok yang dapat bantuan pupuk.
Terkait aspirasi itu, Dasa Sinaga mengajak masyarakat Nagori Dolok Marlawan agar tetap membangun komunikasi dengan pemerintahan Nagori, kecamatan, kabupaten dan para legislatif di kabupaten maupun provinsi.
"Perjuangan harus kita lakukan secara bersama-sama dan diiringi doa," kata Dasa Sinaga.(SS/mk)

