Akselerasi Hilirisasi Unggas Rp70 Triliun: Langkah Strategis Tim Tapanuli Utara Ikuti seminar Swasembada Pangan Nasional

Editor: metrokampung.com

​GORONTALO, metrokampung.com
22 Juni 2026, Di tengah gempita perhelatan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo, Tim Tapanuli Utara secara aktif membidik transformasi sektor peternakan domestik. Bertempat di Gedung Serbaguna BWS II Bulango Ulu, tim menghadiri seminar krusial yang mengupas laporan bertajuk Analisis Ekosistem Hilirisasi Ayam Terintegrasi.
 
Dokumen ini membedah cetak biru (blueprint) modernisasi peternakan rakyat dari hulu ke hilir demi mengukuhkan kedaulatan pangan nasional.

​Program ambisius yang dikomandoi langsung oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara ini dirancang untuk merevolusi peternakan tradisional menjadi ekosistem modern yang terintegrasi secara masif.

Injeksi Modal Jumbo dan Penyerapan Jutaan Lapangan Kerja
​Demi memuluskan megaproyek ini, skema pembiayaan berskala besar telah diracik melalui sinergi solid antara korporasi dan sektor perbankan. Total investasi menyentuh angka fantastis Rp70 triliun, yang mengombinasikan alokasi modal investasi BUMN sebesar Rp20 triliun dan stimulus Kredit Usaha Rakyat (KUR) perbankan senilai Rp50 triliun guna menjaga kokohnya likuiditas proyek.

​Dampak proyek ini tidak hanya memicu stabilitas ekonomi, melainkan juga menjadi motor penggerak penciptaan lapangan kerja baru secara masif.

​"Ekosistem ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 1,46 juta tenaga kerja di skala nasional, merentang dari pengelolaan Grand Parent Stock (GPS) di sisi hulu hingga optimalisasi pabrik pengolahan telur dan daging di sektor hilir," urai Tim Tapanuli Utara dalam dokumen resmi pertemuan, Senin (22/6/2026).

Penyokong Utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
​Poin paling krusial dalam cetak biru ini adalah integrasi vertikal antara output produksi peternakan dengan agenda strategis nasional. Seluruh pasokan protein yang dihasilkan dari ekosistem hilirisasi ini akan didedikasikan penuh untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat di seantero negeri.

​Guna mengamankan target pemenuhan gizi makro tersebut, pemerintah telah memetakan sebaran 30 klaster wilayah yang mengintegrasikan 323 unit proyek fisik. Fasilitas penunjang ini mencakup Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), pabrik pakan modern, hingga kandang tertutup (closed house) berteknologi tinggi.

​Efek Multiplikasi dan Orkestrasi Lintas Sektor
​Sebagai langkah taktis berikutnya, Danantara akan mengalkulasi jumlah unit proyek secara presisi di tiap provinsi berbasis hasil Studi Kelayakan (Feasibility Study) yang rigid.

​Laporan ini menegaskan bahwa keberhasilan hilirisasi radikal ini bertumpu pada orkestrasi lintas sektor yang erat. Dibutuhkan sinergi tanpa sekat antara pejabat pusat, kepala daerah, serta direksi BUMN pangan dan perkebunan terkemuka—seperti ID FOOD, PTPN, SGN, dan PT Berdikari. Kolaborasi masif ini diharapkan mampu mengaktivasi efek multiplikasi ekonomi (economic multiplier effect) yang nyata: menjaga stabilitas harga pangan nasional sekaligus memberikan proteksi serta eskalasi kesejahteraan bagi para peternak rakyat di seluruh penjuru tanah air.


Laporan : Jufri Panjaitan
Editor : Simon Sinaga
Share:
Komentar


Berita Terkini