GORONTALO, metrokampung.com
Hari ketiga di pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo dioptimalkan oleh Tim Kontingen Tapanuli Utara (Taput) untuk memperkuat kapasitas sektor pertanian sekaligus mempromosikan warisan daerah di kancah nasional. Di bawah pimpinan Victor G. Hutabarat, tim Taput membagi pergerakannya ke dalam beberapa agenda strategis pada Selasa (23/6).
Dorong Inovasi Pertanian Melalui Forum Nasional
Sebagian anggota delegasi Taput menghadiri forum utama "Temu Sukses Petani dan Penyuluh" yang digelar di Gedung University Gorontalo, Kabupaten Gorontalo. Acara yang diinisiasi oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian ini menghadirkan narasumber ahli, termasuk Widya Dewi, S.P., M.P. (Koordinator BPP Sungai Pandan, Kalsel) dan tokoh petani berprestasi lokal, Kasim Daud.
Forum ini berfokus pada diseminasi teknologi pertanian terbaru serta pemantapan empat pilar strategi guna mempercepat swasembada pangan menuju Indonesia Emas. Keterlibatan aktif tim Taput diharapkan mampu membawa pulang inovasi baru untuk diterapkan oleh para petani milenial dan kelembagaan penyuluh di Tapanuli Utara.
Ulos dan Kemenyan Taput Curi Perhatian di Stan Pameran
Sementara itu, sebagian tim lainnya mulai melaksanakan tugas menjaga Stan Pameran Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara. Penjagaan stan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga Rabu besok.
Selain menampilkan produk pertanian unggulan Sumatera Utara, stan ini secara khusus menonjolkan komoditas andalan dan warisan budaya dari Tapanuli Utara, yaitu Ulos dan Kemenyan. Keduanya dipromosikan secara masif, baik dalam bentuk fisik di meja stan maupun melalui tayangan visual interaktif pada layar display digital.
"Misi kita di sini jelas, yaitu memperkenalkan komoditas andalan dan warisan budaya Tapanuli Utara agar semakin dikenal luas di kancah nasional hingga dunia internasional," ujar Pimpinan Tim, Victor G. Hutabarat.
Edukasi Ekowisata di Botubarani
Menutup rangkaian agenda formal, delegasi Taput menyempatkan diri melakukan kunjungan lapangan berbasis lingkungan ke Destinasi Hiu Paus di Desa Wisata Botubarani, Kabupaten Bone Bolango. Lokasi yang hanya berjarak 20–30 menit dari pusat kota ini dipilih karena daya tarik wisata baharinya yang ikonik, di mana biota laut raksasa tersebut dapat berinteraksi dekat dengan bibir pantai.
Dalam kunjungan tersebut, tim Taput aktif menerapkan protokol ekowisata ketat, serta mengamati tatanan lokasi dan juga lapak pedagagang dan menyimpulkan bahwa aturan atau protokol ketatlah pendukung suksesnya Destinasi wisata Butobarani ini.
Secara keseluruhan, pergerakan Tim Taput di PENAS XVII tidak hanya menjadi ajang peningkatan kapasitas sektor pertanian, tetapi juga berhasil mengombinasikan promosi budaya daerah dengan dukungan nyata terhadap pariwisata berkelanjutan di Gorontalo.
Laporan : Jufri Panjaitan
Editor : Simon Sinaga
