PANTAI LABU, Metrokampung.com
Gelombang dukungan agar Turnamen Sepak Bola Kiyam "AMPG CUP Deli Serdang Tahun 2026" kembali diselenggarakan terus mengalir. Tokoh masyarakat Desa Denai Kuala bersama para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kecamatan Pantai Labu secara terbuka memohon kepada pihak panitia dan aparat berwenang untuk melanjutkan kompetisi bergengsi tersebut.
Aspirasi ini mencuat setelah turnamen sempat terhenti akibat insiden gesekan antar-penonton yang terjadi di luar lapangan sepak bola Dusun I, Desa Denai Kuala, Kecamatan Pantai Labu, pada Kamis (11/6/2026) lalu.
Sinergi Ekonomi dan Kreativitas Pemuda
Perwakilan tokoh masyarakat Desa Denai Kuala mengungkapkan bahwa insiden yang terjadi tempo hari murni merupakan spontanitas oknum di luar area pertandingan dan tidak mencerminkan esensi dari turnamen AMPG CUP. Menurutnya, menghentikan turnamen secara total justru akan merugikan masyarakat luas.
"Kami sangat menyayangkan insiden di luar lapangan tersebut. Namun, kami memohon dengan sangat agar AMPG CUP 2026 tidak dihentikan permanen. Turnamen ini adalah hiburan rakyat yang positif dan wadah bagi anak-anak muda kami untuk berprestasi lewat sepak bola kiyam," ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat Birul walidain, Selasa (16/6/2026).
Dampak penghentian sementara turnamen ini paling dirasakan oleh para pedagang kecil dan UMKM di sekitar lapangan Dusun I. Selama turnamen berlangsung, perputaran ekonomi di Desa Denai Kuala meningkat drastis. Pedagang makanan, minuman, dan camilan mengaku omzet mereka melonjak hingga dua kali lipat saat pertandingan digelar. Penduduk setempat juga mendapatkan berkah ekonomi dari sektor parkir dan jasa lainnya.
"Bagi kami rakyat kecil, turnamen ini bukan sekadar tontonan, tapi tempat kami menjemput rezeki. Kami siap ikut menjaga ketertiban bersama panitia asalkan kompetisi ini digulirkan kembali," kata seorang perwakilan pedagang UMKM Pantai Labu,Sidah saat di temui.
Senada dengan itu tokoh Agama setempat ,Amri mengatakan menyikapi permohonan warga dan pelaku usaha, pihak tokoh pemuda dan elemen masyarakat menyatakan kesiapan mereka untuk membantu memperketat sistem pengamanan di sekitar lokasi. Mereka berkomitmen berkolaborasi dengan pihak kepolisian dan panitia AMPG CUP guna memastikan area di dalam maupun di luar lapangan tetap aman dan kondusif.
Masyarakat berharap pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Deli Serdang dan jajaran panitia dapat mengabulkan permohonan ini demi perputaran ekonomi desa dan semangat sportivitas olahraga di Deli Serdang, tutupnya.(Lubis/MK)

