Taput, metrokampung.com
Wakil Bupati Tapanuli Utara (Taput), Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., menegaskan bahwa penyusunan Maklumat Pelayanan Sekolah jangan hanya dipandang sebagai pemenuhan kewajiban administrasi belaka. Sebaliknya, instrumen tersebut harus menjadi wujud nyata komitmen setiap satuan pendidikan dalam mendongkrak mutu pendidikan di daerah.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Penyusunan dan Pemaparan Maklumat Pelayanan Sekolah (Ekspose Kepala Sekolah) Wilayah I yang berlangsung di Aula Santa Maria, Tarutung, Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh para kepala sekolah dari empat kecamatan, yakni Adiankoting, Tarutung, Siatas Barita, dan Sipoholon.
"Maklumat pelayanan sekolah harus menjadi komitmen bersama untuk menghadirkan pelayanan pendidikan yang berkualitas, terbuka, dan mampu menjawab harapan masyarakat," ujar Deni di hadapan para peserta yang hadir.
Deni menjelaskan, kepala sekolah memegang posisi strategis sebagai motor penggerak perubahan di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, ia menuntut para kepala sekolah untuk terus memperkuat tata kelola yang transparan, akuntabel, dan fokus pada pencapaian mutu.
Integrasikan Program Tapaias dan Tapamajuma
Dalam arahannya, Wakil Bupati juga mengajak seluruh elemen pendidikan di Wilayah I untuk menyukseskan program prioritas Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Salah satunya adalah gerakan Tapaias, yang berfokus pada pelestarian lingkungan melalui aksi menjaga kebersihan sekolah dan pengelolaan sampah plastik.
Selain isu lingkungan, Deni menekankan pentingnya penguatan fondasi dasar siswa melalui program Tapamajuma (Tapanuli Utara Manjaha). Program ini digalakkan untuk membudayakan aktivitas membaca, maretong (berhitung), dan martorsa (bercerita) guna mengasah kemampuan literasi dan numerasi anak sejak usia dini.
Dorong Guru Manfaatkan AI dalam Pembelajaran
Menyikapi perkembangan zaman, Pemkab Taput juga mendorong para tenaga pendidik untuk tidak gagap teknologi. Deni meminta para guru mulai memanfaatkan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), guna menciptakan ruang belajar yang lebih adaptif, efektif, dan kreatif.
Namun, ia mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi tidak akan berdampak maksimal tanpa adanya kolaborasi yang sehat di sekolah. Hubungan harmonis antara kepala sekolah, guru, dan murid harus tetap dijaga.
"Budaya saling belajar dan berbagi pengalaman antarpendidik akan mempercepat lahirnya inovasi-inovasi yang berdampak positif bagi dunia pendidikan kita," tambahnya.
Melalui agenda ekspose ini, Pemkab Tapanuli Utara berharap muncul semangat baru di kalangan penanggung jawab sekolah untuk memberikan pelayanan terbaik. Muara dari komitmen ini adalah mencetak generasi muda Tapanuli Utara yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan siap bersaing di masa depan.
Laporan : Jufri Panjaitan
Editor : Simon Sinaga
