Pakpak Bharat, metrokampung.com
Tower SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) yang berdiri tegak tidak jauh dari lingkungan SMA Negeri Satu Tinada Kabupaten pakpak bharat Sumatera utara kini menjadi Buah bibir ditengah masyarakat setempat, terlihat dilokasi lintasan kabel memang Tepat berada diatas ruang kelas sekolah dimana tempat siswa sedang melakukan proses belajar mengajar setiap hari sekolah.
Berkaitan dengan paparan medan elektromagnetik non-pengion, sebagian orang maupun siswa/i pernah melaporkan sering alami gejala subyektif seperti mengalami pusing hingga cemas yang tidak menentu semenjak kabel tersebut berada persis diatas ruang kelas.
Sumber layak dipercaya kepada media (03/08/2026) mengatakan bahwa memang informasi tersebut tengah lama didengarnya dan kerap juga terjadi kerusakan elektronik peralatan sekolah secara tiba tiba.
"Towerna oda lot tur tp arusna lewat sekolah tur, isa berdampak mi kesehatan warga sekolah dkt merusak alat2 elektronik tur".
"Kadang anak sekolah sering sakit tiba tiba tur, bahkan alat elektronik pun sering rusak parah," ujar sumber.
Walau menurutnya itu hanya sebuah kebetulan maupun memang ada hubungannya dengan dampak kabel sutet dirinya tidak memastikan kepada media.
Ditanyai soal tahun berapa tower sutet tersebut dibangun, sumber tidak mengetahui pastinya karena sudah lumayan lama, namun diperkirakan antara sekitar tahun 2017-2018 pada saat kepala sekolah yang kini menjabat sebagai salah satu sekretaris Dinas di pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat.
Hingga berita ini dimuat,media belum mendapatkan informasi yang pasti namun akan terus menelusuri hingga kepala sekolah yang menjabat pada masanya,guna mempertanyakan sosialisasi dampak apakah pernah dibahas ataupun tidak maupun terhadap adakah kompensasi yang pernah diberikan pihak perusahaan kepada pihak sekolah SMA negeri 1 tinada pada masa itu sebab mengingat bahwa bangunan tersebut adalah aset negara.(vik/mk)
Tower SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) yang berdiri tegak tidak jauh dari lingkungan SMA Negeri Satu Tinada Kabupaten pakpak bharat Sumatera utara kini menjadi Buah bibir ditengah masyarakat setempat, terlihat dilokasi lintasan kabel memang Tepat berada diatas ruang kelas sekolah dimana tempat siswa sedang melakukan proses belajar mengajar setiap hari sekolah.
Berkaitan dengan paparan medan elektromagnetik non-pengion, sebagian orang maupun siswa/i pernah melaporkan sering alami gejala subyektif seperti mengalami pusing hingga cemas yang tidak menentu semenjak kabel tersebut berada persis diatas ruang kelas.
Sumber layak dipercaya kepada media (03/08/2026) mengatakan bahwa memang informasi tersebut tengah lama didengarnya dan kerap juga terjadi kerusakan elektronik peralatan sekolah secara tiba tiba.
"Towerna oda lot tur tp arusna lewat sekolah tur, isa berdampak mi kesehatan warga sekolah dkt merusak alat2 elektronik tur".
"Kadang anak sekolah sering sakit tiba tiba tur, bahkan alat elektronik pun sering rusak parah," ujar sumber.
Walau menurutnya itu hanya sebuah kebetulan maupun memang ada hubungannya dengan dampak kabel sutet dirinya tidak memastikan kepada media.
Ditanyai soal tahun berapa tower sutet tersebut dibangun, sumber tidak mengetahui pastinya karena sudah lumayan lama, namun diperkirakan antara sekitar tahun 2017-2018 pada saat kepala sekolah yang kini menjabat sebagai salah satu sekretaris Dinas di pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat.
Hingga berita ini dimuat,media belum mendapatkan informasi yang pasti namun akan terus menelusuri hingga kepala sekolah yang menjabat pada masanya,guna mempertanyakan sosialisasi dampak apakah pernah dibahas ataupun tidak maupun terhadap adakah kompensasi yang pernah diberikan pihak perusahaan kepada pihak sekolah SMA negeri 1 tinada pada masa itu sebab mengingat bahwa bangunan tersebut adalah aset negara.(vik/mk)
