LUBUK PAKAM, metrokampung.com
Serapan pupuk bersubsidi di Kecamatan Namorambe belum sepenuhnya maksimal. Di sisi lain, kebutuhan pupuk NPK di sejumlah penyalur justru menunjukkan adanya kebutuhan tambahan. Temuan tersebut menjadi salah satu hasil monitoring dan evaluasi Pemerintah Kabupaten Deli Serdang bersama PT Pupuk Indonesia di Kecamatan Namorambe, Rabu (23/9/2026).
Monitoring dilakukan Staf Ahli Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Deli Serdang, Misran Sihaloho, bersama PT Pupuk Indonesia dengan mengunjungi sejumlah penyalur, yakni UD Rasta Tani di Desa Kuta Tengah, UD Armay di Desa Namo Mbelin, dan UD Tani Makmur di Desa Gunung Kelawas.
Di UD Rasta Tani, alokasi pupuk bersubsidi dalam satu tahun tercatat 58 ton urea dan 64 ton NPK. Hingga saat monitoring, realisasi penyaluran mencapai 39 ton urea dan 40 ton NPK atau sekitar 70 persen dari alokasi.
Menurut Misran, belum maksimalnya serapan antara lain karena masih terdapat petani yang belum melakukan penebusan meskipun pupuk telah tersedia. Kondisi tersebut akan ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung oleh tim penyuluh untuk mengetahui kendala yang dihadapi petani.
“Penyalurannya sudah cukup bagus, sekitar 70 persen. Kendalanya masih ada beberapa petani yang belum melakukan penebusan. Saat ini sedang dilakukan pengecekan data untuk mengetahui jumlah petani yang belum menebus,” ujar Misran.
Selain persoalan penebusan, monitoring juga menemukan kebutuhan tambahan pupuk NPK. Di UD Rasta Tani maupun UD Armay, kebutuhan NPK menjadi salah satu hal yang perlu dikoordinasikan lebih lanjut dengan PT Pupuk Indonesia.
Di UD Armay, Desa Namo Mbelin, alokasi tahunan mencapai 154 ton urea dan 176 ton NPK. Realisasi penyaluran masing-masing sebanyak 108 ton urea dan 111 ton NPK. Penyaluran di lokasi tersebut berjalan tanpa kendala berarti, namun kebutuhan tambahan NPK perlu dikoordinasikan untuk menjaga ketersediaannya bagi petani.
“Tidak ada masalah yang ditemukan di UD Armay. Hanya saja, perlu penambahan alokasi pupuk NPK. Hal ini diharapkan dapat dikoordinasikan oleh Gapoktan UD Armay bersama PT Pupuk Indonesia untuk memastikan ketersediaannya,” kata Misran.
Sementara itu, di UD Tani Makmur, Desa Gunung Kelawas, ketersediaan pupuk dinilai cukup baik dan sebagian besar telah terserap. Namun, masih terdapat petani yang belum melakukan penebusan.
“Nanti akan kita datangi melalui tim penyuluh untuk mengetahui apa kendalanya,” ujar Misran.
Ia menegaskan, pengecekan langsung diperlukan agar pemerintah memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi petani, termasuk penyebab belum dilakukannya penebusan pupuk. Hasil pengecekan tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi dan koordinasi dalam pengelolaan penyaluran pupuk bersubsidi.
Dari sisi harga, penyaluran di UD Rasta Tani dan UD Armay tercatat sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp90.000 per goni untuk pupuk urea dan Rp92.000 per goni untuk pupuk NPK.
Account Executive (AE) Wilayah Sumatera Utara I PT Pupuk Indonesia, Ahmad Dalfin, mengatakan monitoring bersama Pemkab Deli Serdang juga penting untuk mencocokkan data penyaluran dengan kondisi faktual di lapangan.
“Monitoring ini menjadi langkah yang baik untuk memastikan ketersediaan pupuk di tingkat UD dan Gapoktan. Kami juga melakukan pendataan terkait penyaluran dan penggunaan pupuk selama satu tahun agar saat menginput data ke aplikasi e-Verval tidak terjadi kendala dan datanya sesuai dengan fakta di lapangan,” ujar Ahmad.
Hasil monitoring selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui pengecekan petani yang belum menebus pupuk serta koordinasi kebutuhan tambahan NPK. Langkah ini diharapkan dapat membantu menyesuaikan ketersediaan pupuk dengan kebutuhan riil petani sekaligus mendukung kelancaran distribusi pupuk bersubsidi di Kecamatan Namorambe.
Sumber : DISKOMINFOSTAN DELI SERDANG
Editor : Simon Sinaga



