Samosir, metrokampung.com
Alunan tagading, salah satu alat musik tradisional Batak mengiringi pembukaan Toba Caldera Culture Festival 2026 di Water Front City (WFC) Pangururan, Kamis (24/09/2026).
Pemukulan tagading oleh Sekdakab. Samosir bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut pada Festival yang memadukan seni, budaya, pariwisata dan kreativitas tersebut menjadi simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan.
Penampilan air menari yang merupakan salah satu ikon pariwisata Samosir membuat pembukaan acara semakin meriah. Penampilan ini menjadi sajian khusus untuk menyambut kehadiran para Dewan juri dari tingkat nasional dan berbagai negara pada Samosir International Choir Competition (SICC).
Sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan terhadap juri nasional dan internasional, Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut menyematkan ulos kepada para dewan juri. Penyematan ulos tersebut menjadi simbol penghormatan dan keakraban sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Batak kepada para peserta dan tamu mancanegara.
Toba Caldera Culture Festival 2026 menghadirkan Samosir International Choir Competition yang diikuti peserta dan official dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. Kegiatan ini diperkirakan menghadirkan lebih dari 2.000 peserta dan official, akan berlangsung mulai tanggal 24-27 September 2026 di Hotel Marianna Kabupaten Samosir.
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom melalui Sekdakab Samosir Marudut Tua Sitinjak menyampaikan selamat datang kepada seluruh juri dan peserta SICC di Kabupaten Samosir.
“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Samosir, kami mengucapkan selamat datang di Kabupaten Samosir, Negeri Indah Kepingan Surga, titik awal peradaban orang Batak, kepada para juri dan peserta lomba paduan suara internasional,” ujar Marudut.
Marudut menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Utara dan Panitia atas dipilihnya Kabupaten Samosir sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan.
“Kami sangat bangga karena dipercaya sebagai tuan rumah untuk pertama kalinya dalam pelaksanaan kompetisi paduan suara dan vokal solo. Event ini tentunya sangat mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Samosir. Terima kasih kepada Bapak Gubernur Bobby Afif Nasution yang mendukung penuh pelaksanaan even di Samosir ” kata Marudut.
Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan misi Pemerintah Kabupaten Samosir dalam memantapkan kemandirian ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan berbasis pertanian dan pariwisata yang didukung infrastruktur berkualitas.
Marudut juga mengapresiasi kreativitas generasi muda yang mampu menyatukan ragam suara dan budaya. Ia berharap Toba Caldera Culture Festival dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya dan menjadi salah satu event tetap di Kabupaten Samosir.
“Pelaksanaan event yang keren dan berkualitas seperti ini tentunya akan menambah minat wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Samosir dan menambah length of stay wisatawan di Samosir, kami berharap dapat menjadi event tetap di Samosir” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara Dewi Susantri Ujung mengatakan Samosir International Choir Competition menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Danau Toba kepada Indonesia dan dunia.
“Danau Toba bukan hanya bentang alam yang indah. Kawasan ini merupakan rumah bagi warisan budaya yang hidup, tumbuh bersama masyarakatnya dan terus diwariskan dari generasi ke generasi. Di balik setiap alunan gondang, setiap helai ulos, setiap tarian, musik, cerita rakyat hingga tradisi masyarakat Batak, tersimpan identitas yang menjadi kekuatan Sumatera Utara,” kata Dewi.
Menurut Dewi, Toba Caldera Culture Festival 2026 memiliki arti penting karena menjadi wadah yang mempertemukan kreativitas, tradisi, pendidikan, pariwisata dan partisipasi masyarakat dalam satu panggung.
Dengan penyelenggaraan acara ini, ia berharap nilai-nilai budaya yang lahir dari kawasan Danau Toba semakin dikenal, diapresiasi dan mampu menginspirasi masyarakat di berbagai belahan dunia.
Ia menambahkan, pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi kreatif, pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kualitas destinasi wisata. Dengan budaya yang terus dirawat, masyarakat memiliki ruang untuk berkarya, pelaku usaha lokal memperoleh peluang berkembang dan generasi muda memiliki kebanggaan terhadap jati dirinya.
Dewi juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Samosir, panitia penyelenggara, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menghadirkan festival tersebut. “Kehadiran penampilan paduan suara, keterlibatan universitas, penyematan ulos kepada dewan juri hingga berbagai rangkaian acara menunjukkan bahwa budaya mampu menjadi jembatan yang mempererat persaudaraan lintas daerah,” katanya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, lanjut Dewi, akan terus mendukung berbagai upaya yang memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi wisata berkelas dunia yang tetap berpijak pada nilai-nilai budaya lokal. “Mari kita jadikan festival ini sebagai ruang untuk memperkuat rasa cinta terhadap budaya sendiri, membuka peluang kerja sama yang lebih luas dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan Danau Toba. Kegiatan ini semakin mengangkat nama Danau Toba di tingkat nasional dan internasional,” tambahnya.
Sementara itu, Art Director SICC Ondy Yohan Tambunan menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini diikuti sebanyak 33 peserta dengan 58 penampilan serta 70 vokal solo yang terbagi dalam beberapa kategori.
“Kami sungguh berharap dukungan dari seluruh masyarakat dan seluruh pemerintah untuk bisa mendukung acara ini sehingga dapat terselenggara dengan baik,” katanya.
Pembukaan Toba Caldera Culture Festival 2026 turut dihadiri Presiden Direktur SICC Rios Sabar Andriano Tampubolon, Anggota DPRD Samosir Renaldi Naibaho, Forkopimda dan Pimpinan OPD Pemkab. Samosir serta dewan juri internasional dan nasional.
Dewan juri internasional yang hadir diantaranya Marcus Lee dari Singapura, Jurgis Cabulis dari Latvia, Susanna Saw dari Malaysia dan Prof. Mark Anthony Carpio dari Filipina. Sementara dewan juri dari Indonesia di antaranya Roni Sugiarto, Mangara Simanjuntak dan Maria Calista.
Toba Caldera Culture Festival 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Samosir sebagai ruang perjumpaan seni, budaya dan pariwisata. Melalui SICC, para peserta dari berbagai daerah dan negara tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga berkesempatan mengenal secara langsung kekayaan budaya Batak dan keindahan kawasan Danau Toba.
Sumber : Kominfo Samosir
Editor : Simon Sinaga















