SUMUT

NASIONAL

Luar Biasa, Remigo Kembali Menjadi Narasumber Pada Festival HAM Indonesia 2018

Kamis, 15 November 2018 | 17.51 WIB
Kali Dibaca |


Pakpak Bharat - Metrokampung.com
Kinerja luar biasa Bupati Pakpak Bharat, Dr. Remigo Yolando Berutu, M.Fin, MBA, terutama dalam urusan penegakan Hak Azasi Manusia (HAM) banyak mendapat pengakuan, baik dari dalam negeri maupun tingkat internasional. Kali ini kehormatan didapat oleh Bupati Remigo untuk menjadi narasumber pada Workshop Implementasi Kabupaten/Kota HAM dalam rangkaian acara Festival HAM Indonesia 2018, yang berlangsung di Sasana Adipura Pemkab Wonosobo, Jawa Tengah, pada Rabu pagi (14/11).

Di hadapan peserta yang terdiri berbagai elemen pemerintahan, organisasi masyarakat sipil, dan akademisi, secara gamblang dengan gayanya yang khas dan lugas, Bupati yang simpatik ini memaparkan implementasi penegakan HAM di Kabupaten Pakpak Bharat. “Pembangunan tidak bisa dilepaskan dari HAM, bahkan secara eksplisit penegakan HAM terdeskripsi dalam visi dan misi Kabupaten Pakpak Bharat”, tuturnya sembari mengilustrasikan berbagai unsur pembangunan terkait HAM, bahkan sampai komponen yang sering terabaikan.

Dalam acara yang dimoderatori oleh Komisioner Komnas HAM, Sandrayati Moniaga, Bupati tak segan mengungkapkan bahwa masih banyak kekurangan yang dihadapi pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dalam penegakan HAM. “Karena sesungguhnya banyak sekali sisi kehidupan yang menyangkut hak azasi”, jelasnya lebih lanjut dan menambahkan dengan membuat berbagai regulasi yang ada akan membantu pelaksanaan penegakan HAM.

Selain Bupati Remigo, tampak hadir sebagai narasumber Bupati Serdang Bedagai, Ir. H. Soekirman, pegiat HAM dari INFID, Zainal Abidin dan Ketua Komisi HAM Daerah Wonosobo, Sumaedi. Beragam pertanyaan banyak dilontarkan oleh peserta terkait penegakan HAM di daerah dan dikomparasikan dengan berbagai contoh kasus yang diketahui.

Ketua Komnas HAM, Drs. Ahmad Taufan Damanik, MA, juga turut mengapresiasi Bupati Remigo yang begitu berperan dalam penegakan HAM. “Ini merupakan bentuk komitmen menjadikan HAM sebagai nilai dasar kehidupan. Konsep HAM merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari dan dapat berbentuk hal kecil sekalipun. Jika masyarakat sudah familiar dengan konsep itu, aplikasinya di kehidupan nyata akan semakin mengakar”, tuturnya.

Acara workshop berakhir pada petang hari dengan diisi deklarasi bersama untuk penegakan HAM. Selain itu diisi juga dengan doa bersama untuk Indonesia, pemberian cendera mata kepada narasumber oleh Komisioner Komnas HAM, Hairansyah, dan tukar menukar cendera mata dengan Pemkab Wonosobo yang diserahkan/diterima oleh Bupati Wonosobo, Eko Purnomo.

Kegiatan Festival HAM 2018 berlangsung sejak 13 November dan berakhir pada 15 November 2018. Berbagai acara mengisi festival ini, seperti hiburan dan pameran serta berbagai workshop dan diskusi, termasuk yang menghadirkan Bupati Remigo. Festival HAM merupakan bagian dari konferensi Kabupaten/Kota HAM yang diselenggarakan setiap tahun sejak 2014 yang kali ini mengangkat tema ‘Merawat Keragaman, Meningkatkan Solidaritas; Menuju Indonesia yang Inklusif dan Berkeadilan’.

Festival HAM Indonesia 2018 pada dasarnya merupakan ajang bagi pemerintah daerah dan para pihak untuk menyebarluaskan serta berbagi pengalaman tentang penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia. Selain itu juga merupakan ajang untuk menyebarluaskan gagasan Kabupaten/Kota HAM yang secara global sudah diterapkan di berbagai negara. ( Berutu Cikaok/mk/red)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru