SUMUT

NASIONAL

Para Penggiat Budaya Penggiat Hahomion, Akan Menggelar Upacara Ritual di Daerah Lintas Danau Toba

Sabtu, 01 Desember 2018 | 13.34 WIB
Kali Dibaca |


Simalungun-metrokampung.com
Acara ritual kesaktian permohonan keselamatan Danau Toba, yang lazim di sebut dalam budaya Batak (Hahomion Pangelekan Tao Toba) akan digelar di sejumlah daerah lintas Danau Toba.

Upacara yang digelar di Sosor Nangka Nagori Asibaganding Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun pada jumat dan berakhir sabtu (1/12/2018)  dengan visi, “Pasadahon Roha Dibagas Partondion” dan misi, “Patupahon Ulaon Pangelekan Hombar Tu Sahala Ni Da Oppung Sijolojolo Tubu.

”Pada acara Ritual yang dipimpin oleh tokoh adat sekaligus tokoh Penghayat Kepercayaan, bapak Theodore Galimbad Bakkara dan Togaraja Bakkara menjelaskan kepada metrokampung, "hal ini adalah sesuatu yang lazim di laksanakan para leluhur bangso Batak di daerah lintas Danau Toba.


Tujuan ritual ini tidak hanya bermohon do'a, pengharapan, "namun juga merupakan ungkapan pegakuan atas segala kesalahan dan dosa.

“Kami percaya bahwa segala bencana atau malapetaka yang terjadi di bumi, di laut dan di udara tidak lepas dari aktivitas manusia dalam memperlakukan alam ungkap Bakkara.

Amsen Sidabutar selaku panitia ritual menerangkan, tujuan mengadakan ritual ini, agar  masyarakat khususnya yang  tinggal di sekeliling Danau Toba dan siapa saja yang melintasi Danau Toba, mari menjaga kebersihan, menjaga sikap, agar kita beroleh keselamatan dan terhindar dari bencana, ucap Sidabutar dengan singkat.


Sejumlah pegiat ritual seperti, Bapak Sedihma Silalahi, sebagai penggiat hahomion yang juga penasehat ritual “Hahomion Pangelekan Tao Toba.

Ia menjelaskan, "mendapat wangsit dari para leluhur untuk menyampaikan pesan agar upacara ritual yang sama dilakukan secara rutin setiap tahunnya secara bergantian di setiap Kabupaten yang mengelilingi Danau Toba, dan atas dasar kepentingan bersama tanpa harus dilatarbelakangi oleh komunitas atau kumpulan lainnya.

Sebagaimana kepercayaan turun temurun diyakini,  Danau Toba hingga saat ini di diami oleh dari leluhur Suku Batak dan serasehan yang diberikan berupa hambing putih sihapas pili, ihan batak, ambulang puti, ambulang mira, ambulang jarum bosi, jeruk purut, daun sirih dan kelengkapannya,
Itak gurgur dan berbagai penganan khas batak lainnya.

Upacara berjalan lancar sejak pembukaan acara, melarung sesajen di tengah danau hingga melepas 2 ekor merpati putih sebagai lambang kedamaian dan ditutup upacara gondang persahabatan semalam suntuk.

Upacara ritual ini diadakan untuk menunjukkan kesakralan  Danau Toba dan melestarikanya sehingga  terlaksananya ritual ini adalah spontan untuk kebaikan bersama.

Kegiatan ini Juga dihadiri oleh para penggiat hahomion dari luar kota, dan selama ritual di danau dikawal oleh Satuan Polisi Air (Sat Pol Air) Parapat.(e_red/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru